— Pembahasan mengenai bahan bakar nabati Bobibos kembali mencuat setelah rangkaian uji coba dan pemaparan teknisnya menarik perhatian luas, bahkan memicu minat dari berbagai pelaku usaha yang melihat peluang besar di tengah kebutuhan akan sumber energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Menurut Mulyadi, anggota DPR RI fraksi Gerindra, antusiasme dari dunia usaha kini datang dalam skala yang jauh lebih besar dari perkiraan. “Bahkan ya memang ribuan asosiasi pengusaha yang punya pertamini, ribuan ingin gabung,” ujarnya di Bogor, Selasa (11/11/2025). Mulyadi mengungkapkan bahwa respons positif tidak hanya datang dari pelaku usaha kecil, tetapi juga dari institusi besar. “Saya juga sudah dihubungi oleh Pak Dirut Pertamina, Pak Simon, beliau langsung, dan alhamdulillah beliau juga respons ini di media sangat positif,” kata Mulyadi. Ia menegaskan bahwa pendekatan Pertamina terhadap inovasi ini tidak bersifat kompetitif, melainkan kolaboratif. “Intinya beliau bilang Bobibos bukan kompetitor, tapi kita bisa berkolaborasi untuk menjadi opsi sumber energi buat masyarakat Indonesia,” katanya. Meski demikian, pengembangan Bobibos saat ini masih berada pada tahap uji dan pembahasan teknis. Sejumlah aspek seperti skala produksi, ketersediaan bahan baku berkelanjutan, hingga kesiapan infrastruktur distribusi disebut masih perlu disiapkan sebelum dapat diterapkan secara luas. Dengan semakin banyaknya pengusaha yang menunjukkan minat, ekosistem produksi dan distribusi Bobibos diprediksi dapat berkembang lebih cepat, meski implementasinya tetap bergantung pada hasil uji lanjutan serta kesiapan industri pendukungnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.