CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carmelo Ezpeleta, mengakui bahwa MotoGP Qatar 2026 diragukan penyelenggaraannya sebab konflik yang sedang berlangsung saat ini di Timur Tengah. Ezpeleta berkata, saat ini panitia penyelenggara belum memutuskan apakah seri Qatar tetap dilanjutkan atau tidak. Pastinya tak ada opsi untuk mencoret MotoGP Qatar, melainkan hanya dipindah jadwal pelaksanaannya.Serangan gabungan yang dilancarkan oleh AS dan Israel ke Iran, pada akhir Februari lalu, memicu serangan balasan dari Iran ke seluruh wilayah sekutu AS. Gara-gara hal tersebut, sejumlah perjalanan global terganggu akibat penutupan wilayah udara di seluruh Timur Tengah.Tidak ayal, kejadian tersebut pun mengganggu perjalanan MotoGP 2026 yang sedianya memasuki seri keempat di Sirkuit Lusail, Qatar, pada 10 April hingga 12 April 2026. "Apakah mungkin mengganti (MotoGP Qatar) di tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu punya rencana B," jelas Ezpeleta pada hari Rabu di acara Estrella Galicia 0.0 di Madrid, Spanyol, seperti dikutip dari Crash. Kata Ezpeleta, saat ini pihaknya masih terus mengamati perkembangan konflik di Timur Tengah."Kita harus menunggu, saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kita tidak akan pergi (ke Qatar). Kami telah berbicara dengan Qatar sejak hari Minggu, dan kami akan membuat keputusan. Kemungkinan besar kita tidak akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak akan pergi ke sana (Qatar)," tambah dia.Ezpeleta juga menepis kemungkinan mencari tempat pengganti jika Qatar tidak jadi diselenggarakan."Pindah ke tempat lain? Tentu tidak," tambahnya. "Apakah akan sesuai dengan jadwal? Kami sangat pandai membuat jadwal. Kami akan segera tahu sesuatu, tentu saja. Kami menunggu mereka memberi tahu kami sesuatu. Masih ada waktu," bilangnya lagi.Marco Bezzecchi memenangkan balapan pembuka musim MotoGP akhir pekan lalu di Thailand, sementara juara bertahan Marc Marquez gagal finis karena motor miliknya bermasalah. Setelah Thailand, rangkaian MotoGP 2026 berlanjut ke Brasil, Amerika Serikat, sebelum akhirnya ke Qatar.