Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP, bersama Liberty Media dan para pabrikan, dikabarkan sedang mempertimbangkan perubahan regulasi yang cukup radikal untuk musim 2027. Dikutip dari Crash, setiap pebalap nantinya hanya akan dibekali satu unit motor saja sepanjang akhir pekan balapan. Langkah ini digodok sebagai salah satu upaya besar dalam memangkas biaya operasional tim. Seperti diketahui, regulasi MotoGP saat ini memperbolehkan setiap pebalap memiliki dua unit motor di dalam garasi. Fasilitas ini memudahkan pebalap untuk berganti motor saat sesi latihan demi mencari setelan terbaik, atau langsung beralih ke motor cadangan jika mengalami kecelakaan. Tampak suasana saat Kompas.com berkesempatan untuk mengikuti sesi Paddock Tour Repsol Honda Team di Sirkuit Internasional Mandalika pada Sabtu (14/10/2023). Jika aturan baru ini disahkan oleh Komisi Grand Prix, maka peta persaingan dan strategi balap di kelas MotoGP dipastikan bakal berubah total. MotoGP tidak akan lagi menjadi anomali, melainkan menyamakan regulasinya dengan Moto2, Moto3, dan World Superbike (WSBK) yang sudah lama menerapkan sistem satu motor. Dampak paling signifikan dari regulasi ini akan terasa saat balapan dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah atau flag-to-flag. Sejak tahun 2006, pebalap terbiasa masuk ke pitlane untuk langsung melompat ke motor kedua yang sudah dipasangi ban basah atau kering. Jika pebalap hanya punya satu motor, skenario flag-to-flag otomatis berubah. Opsinya, MotoGP harus kembali ke aturan lama di mana balapan dihentikan sementara (red flag) saat cuaca berubah, atau menerapkan sistem pit stop murni untuk mengganti ban seperti yang dilakukan di WSBK. Di WSBK sendiri, proses ganti ban di pit dilengkapi dengan aturan waktu intervensi minimum demi menjaga keselamatan kru dan pebalap. Selain urusan cuaca, aturan satu motor ini juga memperkecil ruang bagi kesalahan pebalap. Jika seorang pebalap mengalami kecelakaan parah di sesi latihan atau kualifikasi, sesi mereka dipastikan langsung berakhir karena tidak ada motor cadangan yang siap pakai di sudut garasi. Sebagai contoh kasus terdekat, pada seri MotoGP Catalunya lalu, pebalap seperti Pedro Acosta atau Fabio Di Giannantonio yang memenangi balapan kemungkinan besar tidak akan bisa ikut restart jika aturan satu motor ini sudah berlaku, mengingat motor utama mereka mengalami kerusakan parah akibat insiden. Hingga saat ini, wacana regulasi ketat tersebut masih dalam tahap diskusi mendalam antara pabrikan dan pihak penyelenggara sebelum nantinya diputuskan secara resmi untuk masa depan MotoGP. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang