JAKARTA, KOMPAS.com - MotoGP tengah mempertimbangkan aturan baru terkait pergerakan pebalap. Salah satu wacana yang muncul adalah menerapkan sistem bursa transfer seperti yang sudah lama digunakan di dunia sepak bola. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dominasi rumor perpindahan pebalap yang belakangan justru lebih banyak menyita perhatian dibanding persaingan di lintasan. Seperti diketahui, sebagian besar susunan pebalap untuk MotoGP 2027 sebenarnya sudah mulai terbentuk sebelum musim 2026 dimulai. Bahkan, sejumlah kesepakatan dikabarkan sudah terjadi sejak Januari. Namun, pengumuman resmi terkait kontrak tersebut baru dilakukan pada pertengahan musim karena adanya negosiasi antara MotoGP dan para pabrikan mengenai kesepakatan baru untuk periode lima tahun mulai 2027. Dengan hampir seluruh kursi tim pabrikan dan sebagian besar tim satelit tersedia, bursa pebalap MotoGP 2027 diprediksi menjadi salah satu yang paling ramai. Banyak nama besar disebut sedang mencari peluang baru untuk musim mendatang. Situasi tersebut membuat rumor perpindahan pebalap menjadi sorotan besar hingga dianggap mengganggu fokus terhadap jalannya kompetisi. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Kontrak di Luar Bursa Transfer Bisa Tidak Berlaku Menurut laporan Motorsport, MotoGP kini sedang membahas kemungkinan membuat periode khusus bagi tim dan pebalap untuk melakukan negosiasi kontrak. Konsepnya akan mirip dengan transfer window di sepak bola. Artinya, kesepakatan yang dibuat di luar periode tersebut kemungkinan tidak akan dianggap sah. Meski begitu, aturan tersebut tetap membutuhkan pengecualian, terutama untuk kasus promosi pebalap dari kelas Moto2 atau Moto3 menuju MotoGP. Saat ini, para pabrikan MotoGP masih memiliki pandangan berbeda mengenai rencana tersebut. Beberapa pihak menilai aturan ini bisa membuat pasar pebalap lebih teratur, sementara lainnya melihat karakter motorsport berbeda dengan olahraga beregu seperti sepak bola. Apakah Bursa Transfer Cocok untuk MotoGP? Penerapan bursa transfer sebenarnya sudah menjadi hal biasa di berbagai olahraga. Namun, MotoGP memiliki situasi yang lebih kompleks karena keputusan kontrak pebalap tidak hanya bergantung pada hasil balapan. Jika sistem tersebut sudah diterapkan pada 2026, susunan grid MotoGP 2027 kemungkinan bisa berubah cukup besar. Sebagai contoh, jika bursa transfer dibuka saat jeda musim panas, hasil musim sebelumnya mungkin akan memberikan pengaruh besar terhadap keputusan tim. Pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin, berselebrasi saat melewati garis finis di MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 10 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) Jorge Martin yang tampil sebagai kandidat kuat juara bisa saja mendapatkan kontrak baru bersama Aprilia. Sementara Francesco "Pecco" Bagnaia mungkin harus menjalani kepindahan ke Yamaha yang sebelumnya sudah sempat masuk dalam pertimbangannya. Namun, performa di lintasan bukan satu-satunya faktor dalam keputusan seorang pebalap. Fabio Quartararo, yang akan bergabung dengan Honda pada MotoGP 2027, pernah mengungkapkan bahwa pembicaraannya dengan Honda Racing Corporation (HRC) selama musim dingin serta rencana proyek Honda menjadi alasan utama di balik keputusannya. Artinya, keputusan pebalap juga dipengaruhi oleh visi tim, perkembangan motor, hingga peluang jangka panjang. Cal Crutchlow Nilai MotoGP Berbeda dengan Sepak Bola Mantan pebalap MotoGP, Cal Crutchlow, juga memberikan pandangannya mengenai kemungkinan penerapan bursa transfer. Menurutnya, pasar pebalap MotoGP sebenarnya sudah bisa diketahui jauh sebelum pengumuman resmi dilakukan. "Dalam pasar pebalap, semuanya cukup membosankan karena semua orang sudah tahu ke mana mereka akan pergi tiga atau bahkan enam bulan sebelum diumumkan," ujar Crutchlow. Pebalap LCR Honda asal Inggris, Cal Cruthclow, merayakan kemenangan di atas podium Sirkuit Phillip Island setelah finis di urutan pertama pada balapan GP Austraila, Minggu (23/10/2016). Ia menilai perpindahan pebalap di MotoGP tidak bisa disamakan dengan sepak bola. "Pebalap akan pergi ke mana pun mereka ingin pergi, dan tim akan mengambil pebalap yang mereka inginkan," kata Crutchlow. "Saya rasa ini tidak benar-benar seperti sepak bola, ketika seorang pemain masih berada di satu klub pada siang hari, lalu malam harinya sudah menandatangani kontrak dengan klub lain. Situasinya tidak seperti itu," lanjutnya. Meski begitu, MotoGP tampaknya tetap membuka kemungkinan perubahan aturan demi menjaga keseimbangan antara aktivitas pasar pebalap dan persaingan di lintasan.