MotoGP dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan aturan terkait bursa pebalap dengan menerapkan sistem transfer window seperti yang berlaku di sepak bola. Wacana tersebut dibahas oleh para pemangku kepentingan MotoGP sebagai upaya mencegah bursa pebalap terlalu mendominasi perhatian selama musim balap berlangsung. Dalam sistem tersebut, tim dan pebalap nantinya hanya diperbolehkan menandatangani kesepakatan dalam periode tertentu yang sudah ditetapkan. Kesepakatan yang dibuat di luar periode tersebut berpotensi tidak dianggap sah. Namun, aturan ini masih berupa pembahasan dan belum menjadi regulasi resmi MotoGP. Terlalu Dini Dilansir dari Crash, wacana transfer window muncul setelah bursa pebalap MotoGP untuk musim 2027 bergerak sangat cepat. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) bersaing dengan Alex Marquez (Gresini Racing) dalam balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez di Jerez de la Frontera, pada 26 April 2025. (Foto oleh JORGE GUERRERO / AFP) Sebagian besar kesepakatan pebalap untuk musim 2027 bahkan sudah ditentukan sebelum musim 2026 dimulai. Sejumlah negosiasi juga dilaporkan berlangsung sejak awal tahun. Kondisi tersebut membuat bursa pebalap menjadi salah satu topik besar sepanjang musim. Padahal, sebagian besar keputusan mengenai susunan pebalap untuk musim berikutnya sudah dibuat jauh sebelum musim berjalan. MotoGP disebut ingin mencari cara agar aktivitas perpindahan pebalap tidak sampai membayangi persaingan di lintasan. Jika diterapkan, sistem tersebut akan memiliki konsep yang mirip dengan transfer window dalam sepak bola. Artinya, akan ada periode tertentu ketika tim diperbolehkan melakukan negosiasi dan menandatangani kontrak dengan pebalap untuk musim berikutnya. Di luar periode tersebut, kesepakatan baru tidak dapat dilakukan atau tidak dianggap sah. Pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin, berselebrasi saat melewati garis finis di MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 10 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) Meski demikian, sejumlah pengecualian kemungkinan tetap diperlukan. Salah satunya untuk pebalap dari kelas Moto2 atau Moto3 yang mendapatkan promosi ke MotoGP. Para pabrikan sendiri belum sepenuhnya memiliki pandangan yang sama mengenai usulan tersebut. Cocok untuk MotoGP? Penerapan transfer window di MotoGP tidak sesederhana dalam olahraga beregu seperti sepak bola. Dalam MotoGP, keputusan pebalap untuk pindah tim tidak hanya ditentukan oleh hasil balapan. Faktor seperti proyek teknis, performa motor, hubungan dengan tim, hingga prospek pengembangan kendaraan juga menjadi pertimbangan. Fabio Quartararo, yang akan bergabung dengan Honda pada 2027, sebelumnya mengatakan bahwa pembicaraan dengan Honda Racing Corporation (HRC) dan pemahamannya terhadap proyek Honda menjadi faktor penting dalam keputusannya.