Kurang dari sebulan menjelang MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kembali bersiap menyambut para pembalap dan tim pada 9-11 Oktober mendatang. Penyelenggara membidik dampak ekonomi sedikitnya Rp 5 triliun dengan target sekitar 145.000 penonton. Besarnya target tersebut membuat kesiapan sirkuit menjadi salah satu perhatian menjelang balapan. Namun, bagi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai pengelola sirkuit, memastikan lintasan siap digunakan bukan pekerjaan yang baru dilakukan beberapa pekan menjelang MotoGP. “Di MotoGP, detail kecil bisa menjadi bagian dari keselamatan. Karena itu, standar yang ditetapkan FIM harus kami jaga secara konsisten, bukan hanya saat balapan. Mulai dari kondisi lintasan dan run-off area hingga perangkat keselamatan dan kesiapan operasional, semuanya harus dipastikan dalam kondisi terbaik,” ujar Direktur Operasional MGPA Donny Mahardjono, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026). Sirkuit Mandalika memiliki panjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan. Sepanjang 2025, fasilitas tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan selama sekitar 270 hari. Selain MotoGP, Mandalika menjadi lokasi penyelenggaraan Asia Road Racing Championship, sejumlah ajang motorsport nasional, hingga berbagai kegiatan lainnya. Tingginya intensitas penggunaan membuat pekerjaan pemeliharaan berlangsung hampir sepanjang tahun. Kondisi lintasan, kendaraan operasional, perangkat keselamatan, hingga berbagai fasilitas pendukung harus diperiksa secara berkala. “Sebagai pengelola sirkuit, kesiapan tidak hanya dibutuhkan ketika event berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan dan pemeliharaan sehari-hari,” kata Donny. Di balik aktivitas tersebut terdapat sejumlah pekerjaan teknis yang jarang terlihat penonton. Perawatan Mulai dari pemeriksaan kendaraan dan komponen, perawatan peralatan, hingga pemeliharaan area kerja. Beberapa proses inspeksi juga membutuhkan perangkat khusus untuk memeriksa bagian yang sulit dijangkau atau tidak dapat dilihat secara langsung. Dengan penggunaan sirkuit yang cukup padat, kesiapan Mandalika menghadapi MotoGP pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan beberapa pekan menjelang balapan. Sebagian justru dibangun melalui inspeksi dan pemeliharaan rutin ketika tribun kosong dan tidak ada aktivitas balapan di lintasan. Teknologi di Balik Operasional Mandalika Untuk mendukung pekerjaan tersebut, MGPA berkolaborasi dengan Bosch Indonesia dalam penggunaan sejumlah perangkat untuk kebutuhan teknis dan perawatan kendaraan operasional. Peralatan dari Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket digunakan dalam sejumlah pekerjaan, mulai dari perawatan dan perbaikan kendaraan, pemeriksaan komponen, hingga pemeliharaan area kerja. Menurut Donny, pemilihan perangkat kerja menjadi penting karena aktivitas di lingkungan sirkuit tidak hanya membutuhkan ketepatan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan teknisi. “Dukungan peralatan dengan teknologi terkini yang sesuai membantu tim kami menjalankan berbagai pekerjaan teknis dan pemeliharaan secara lebih aman,” kata Donny. Country Head of Corporate Communications & Government Relations Bosch Indonesia Fenny Sofyan mengatakan, aktivitas di lingkungan motorsport menunjukkan bahwa teknologi otomotif tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang melaju di lintasan. Di belakangnya terdapat proses pemeriksaan, pemeliharaan, hingga penggantian komponen yang dilakukan untuk menjaga kendaraan dan fasilitas tetap dalam kondisi optimal. “Kami melihat kebutuhan di lingkungan otomotif sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. Bukan hanya bagaimana teknisi melakukan pekerjaan maintenance dengan tools yang tepat, tetapi juga bagaimana kendaraan tetap dalam kondisi optimal melalui komponen yang tepat dan penggantian yang dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Fenny. Seluruh kesiapan tersebut akan kembali diuji ketika MotoGP Mandalika berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Namun, dengan aktivitas sirkuit yang mencapai sekitar 270 hari dalam setahun, pekerjaan untuk menjaga Mandalika tetap siap pada dasarnya berlangsung jauh sebelum lampu start MotoGP menyala.