Dalam Kejuaraan Dunia MotoGP, seluruh rombongan mengandalkan pesawat terbang untuk melakukan perjalanan jauh. Dengan terjadinya perang AS-Israel vs Iran, tentu berdampak juga pada semua tim MotoGP. Rombongan mulai kembali ke negara asalnya setelah melewati seri perdana di Thailand pada akhir pekan lalu. Balapan berikutnya akan digelar pada 20 Maret di Goiânia, Brasil. Sehingga, semua tim ada waktu untuk kembali ke negaranya masing-masing. Akibat konflik dan ketegangan yang kini melanda, bandara di Dubai, telah ditutup sejak Minggu. Dubai dianggap sebagai pusat hub utama dalam lalu lintas udara global, dengan sebagian besar penerbangan dari Thailand melakukan singgah di sana. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Hal ini berdampak lebih kecil bagi para pebalap MotoGP, yang sebagian besar terbang langsung pulang dari Thailand dengan pesawat pribadi. Namun, situasi berbeda bagi kru paddock dan pebalap dari kategori yang lebih kecil. Manajer tim Ducati-Lenovo, Davide Tardozzi, berhasil menghindari gangguan tersebut. Dia mengatakan dirinya beruntung dan sudah memesan penerbangan ke Turki sebelumnya. "Saya terbang melalui Istanbul dan dari sana melanjutkan perjalanan ke rumah saya di Italia. Banyak tim yang terdampak oleh kekacauan penerbangan,” ujar Tardozzi, dikutip dari Speedweek.com, Rabu (4/3/2026). Logistik MotoGP di area paddock Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada Selasa (8/2/2022). Penerbangan satu arah kelas ekonomi dari destinasi liburan Dubai saat ini memakan biaya antara 3.000 euro hingga 6.000 euro bagi warga Eropa Tengah. Meskipun demikian, para wisatawan memanfaatkan hampir semua opsi untuk pulang, sehingga permintaan penerbangan sangat tinggi. Tardozzi menambahkan, berdasarkan pengalamannya di tim pabrikan Ducati, pihaknya mengatur ulang semua penerbangan dalam tim. Anggota tim dibagi ke berbagai penerbangan alternatif. Semua anggota tim akhirnya dapat meninggalkan Thailand pada Senin. Marco Bezzecchi saat berlaga pada MotoGP Thailand 2026 Begitu pula pada tim KTM yang mengalami masalah serupa. Sebagian anggota tim harus diterbangkan ke Milan dengan penerbangan charter khusus yang diselenggarakan untuk personel MotoGP pada Senin malam. Kemudian, dari sana, mudah untuk melanjutkan perjalanan ke kota-kota besar Eropa. Jika peperangan terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan mengganggu penerbangan para tim dan pebalap. Selain itu, pengiriman logistik juga kemungkinan besar akan terdampak. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang