Format start balapan MotoGP bakal mengalami perubahan dalam waktu dekat. Para tim kontestan kabarnya telah sepakat untuk menambah jarak antar-baris pada grid start, yang akan mulai diterapkan pada GP Jerman 2026 mendatang. Langkah tegas ini diambil sebagai respons pasca-insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah pebalap di Tikungan 1 Sirkuit Barcelona-Catalunya. Kecelakaan yang terjadi saat restart pertama GP Catalunya tersebut bahkan membuat pebalap LCR Honda, Johann Zarco, mengalami cedera serius dan belum pulih hingga saat ini. Kronologi dan Latar Belakang Semenjak insiden mengerikan di pertengahan Mei lalu, pihak promotor MotoGP Sports Entertainment Group (MGPSEG) langsung bergerak cepat. Mereka menggelar serangkaian pertemuan intensif dengan Asosiasi Produsen Olahraga Sepeda Motor (MSMA) serta perwakilan tim. Pebalap Marco Bezzecchi, Mooney VR46 Racing Team bersiap saat balapan MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Minggu (20/3/2022). Pembalap Red Bull KTM Factory Racing Miguel Oliveira berhasil menjadi juara pertama diikuti pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo dan pembalap Pramac Racing Johann Zarco. Fokus utamanya adalah merumuskan strategi jitu guna mengurangi tingkat kepadatan motor saat rombongan pebalap memasuki tikungan pertama sesaat setelah lampu start padam—area yang selama ini menjadi titik paling rawan kecelakaan. Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, semua pihak akhirnya mencapai kesepakatan final pada sesi pertemuan Sabtu sore. Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah cetak biru (roadmap) keselamatan yang dibagi dalam dua fase. Regulasi Baru: Jarak Grid dan Larangan Holeshot Device Fase pertama akan dimulai pada seri Sachsenring, Jerman, yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli mendatang. Pada balapan ini, jarak antar-baris di grid start akan diperlebar sejauh 3 meter. Regulasi ini diharapkan mampu memberikan ruang gerak yang lebih aman bagi para pebalap. Pebalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer (tengah) dan pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin (kiri) mengalami kecelakaan saat Pedro Acosta (kanan) dari Tim Red Bull KTM Factory Racing melaju setelah start balapan MotoGP Hongaria 2026 di sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 7 Juni 2026. (Foto oleh Ferenc ISZA / AFP) Sementara untuk fase kedua, otoritas MotoGP berencana untuk melarang total penggunaan alat pengatur ketinggian motor alias holeshot device saat start. Aturan ini sedianya bakal digulirkan mulai GP Inggris di Sirkuit Silverstone pada pertengahan Agustus, yang merupakan seri pembuka paruh kedua musim setelah jeda musim panas. Sebagai langkah awal, para tim sepakat untuk melakukan uji coba prosedur baru ini pada seri berikutnya di Sirkuit Brno, Republik Ceko, dua pekan ke depan. Jika proses simulasi berjalan mulus, proposal ini akan langsung diserahkan ke Komisi Grand Prix untuk disahkan ke dalam regulasi resmi. Melihat besarnya dukungan dan konsensus dari seluruh elemen di paddock, pengesahan aturan baru ini tampaknya hanya tinggal menunggu masalah formalitas saja. Para pebalap memacu sepeda motor mereka saat memulai sesi Sprint Race MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (4/10/2025). Pebalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi menjuarai sesi tersebut dengan finis tercepat pertama dengan total waktu 19 menit 37,047 detik disusul pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP Fermin Aldeguer di posisi kedua dan (kiri) dan pembalap Trackhouse MotoGP Team Raul Fernandez di posisi ketiga. ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra/nz Tanggapan Otoritas MotoGP Berbicara di Mugello pekan lalu, direktur olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta mengakui bahwa MGPSEG sedang mengevaluasi sejumlah langkah bersama dengan tim dan MSMA, yang sekarang akan diperkenalkan sesegera mungkin. “Mengubah grid adalah modifikasi yang sangat, sangat signifikan untuk kejuaraan dan, tergantung pada ruang yang tersedia antara garis start dan tikungan terakhir, hal itu dapat memerlukan perubahan substansial di beberapa sirkuit,” kata Ezpeleta, dikutip dari Motorsport.com, Selasa (9/6/2026). Francesco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP Italia Sebagai informasi, pelarangan holeshot device sejatinya memang sudah masuk ke dalam draf regulasi teknis baru MotoGP untuk musim 2027. Namun, insiden horor yang menimpa Zarco di Barcelona memaksa pemangku kebijakan untuk mempercepat implementasinya di musim ini. Meski begitu, regulasi darurat ini sedikit berbeda dengan aturan mutlak di tahun 2027. Pada sisa musim 2026, para pebalap rupanya masih diizinkan mengaktifkan perangkat pengatur ketinggian suspensi belakang tersebut saat balapan sudah berjalan, bukan saat momen start. Ai Ogura saat sesi tes resmi Buriram 2026 Pada awalnya, sempat ada wacana bahwa larangan holeshot device saat start hanya akan berlaku di trek berkarakter high-speed seperti Silverstone dan Phillip Island, mengingat risiko tinggi akibat tikungan pertama yang sangat cepat. Namun demi asas keadilan dan keselamatan, regulasi ini akhirnya diputuskan berlaku di seluruh sirkuit. “Usulan untuk melarang ride- height device berlaku untuk setiap sirkuit. Sekarang terserah para produsen untuk mengevaluasinya. Ini adalah diskusi dengan batas waktu karena perangkat tersebut tidak akan lagi menjadi bagian dari olahraga ini pada tahun 2027, jadi pertanyaannya adalah apakah kita dapat melakukan sesuatu tahun ini juga,” ujar Ezpeleta. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang