MotoGP 2027 dipastikan akan menghadirkan banyak perubahan. Selain penggunaan mesin 850 cc dan pergantian pemasok ban ke Pirelli, kini muncul wacana baru terkait jumlah motor yang tersedia di garasi setiap pebalap. Dilaporkan Motorsport.com, asosiasi pabrikan MotoGP atau Motorcycle Sport Manufacturers Association (MSMA) telah menyepakati usulan pengurangan jumlah motor yang digunakan selama akhir pekan balapan. Meski demikian, aturan tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari Komisi Grand Prix yang beranggotakan MotoGP, Dorna Sports, FIM, IRTA, dan MSMA sebelum resmi diberlakukan. Jika disetujui, maka setiap pebalap nantinya hanya akan menggunakan satu motor selama sesi latihan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu. Hanya Berlaku Saat Latihan Pengurangan jumlah motor tersebut kabarnya tidak akan diterapkan pada Sprint Race maupun balapan utama yang berlangsung pada Minggu. Artinya, pebalap tetap akan memiliki dua motor di dalam garasi saat menjalani sesi balapan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya efisiensi yang tengah disiapkan menyambut regulasi baru MotoGP 2027. Selain itu, kebijakan tersebut juga berpotensi mengurangi penggunaan komponen selama akhir pekan balapan. Francesco Bagnaia saat Shakedown Test di Sirkuit Sepang, Malaysia, untuk MotoGP 2025 Motor Cadangan Tetap Disiapkan Meski hanya menggunakan satu motor saat latihan, tim tetap akan menyiapkan motor kedua sebagai cadangan. Motor tersebut tidak bisa langsung digunakan begitu saja. Penggunaannya harus mendapat persetujuan dari International Road-Racing Teams Association (IRTA) apabila memang diperlukan. Keberadaan motor cadangan dinilai tetap penting, terutama untuk menghadapi situasi tertentu seperti balapan flag-to-flag yang membutuhkan pergantian motor akibat perubahan kondisi cuaca. Selain itu, motor kedua juga dibutuhkan ketika terjadi insiden besar yang menyebabkan banyak pebalap terjatuh dan balapan harus dihentikan sementara. Jika hanya tersedia satu motor di garasi, maka pebalap yang mengalami kerusakan kendaraan berisiko tidak bisa kembali melanjutkan lomba saat balapan dimulai ulang. Jam Kerja Kru Juga Akan Diatur Tak hanya jumlah motor, MotoGP juga disebut tengah mengkaji sejumlah perubahan lain dari sisi operasional tim. Salah satunya adalah pemangkasan durasi sesi latihan guna mengurangi beban penggunaan komponen. Selain itu, ada pula usulan pembatasan jam kerja kru di garasi. Nantinya hanya personel tertentu yang diperbolehkan melakukan pekerjaan pada motor. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya MotoGP menekan biaya operasional tim sekaligus menyesuaikan diri dengan era baru kejuaraan yang akan dimulai pada musim 2027. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang