- Baru-baru ini pihak MotoGP sedang mempertimbangkan perubahan format susunan grid start yang terinspirasi dari Formula 1. Uji coba aturan baru tersebut berpeluang dilakukan saat seri Balaton Park pada Sabtu sore. Melansir laporan Sky Italia, skema yang sedang dikaji akan menempatkan dua pembalap di setiap baris grid, menggantikan format saat ini yang berisi tiga pembalap per baris. Wacana memperlebar jarak antar pembalap ini muncul usai beberapa insiden serius yang terjadi di Catalunya, termasuk kecelakaan horor yang menimpa Alex Marquez dan Johann Zarco. Dengan ruang yang lebih lega saat start, risiko kontak antar pembalap di tikungan pertama diharapkan dapat berkurang. "Kami sedang berdiskusi dengan tim mengenai sejumlah aspek yang masih bisa ditingkatkan, salah satunya adalah tata letak grid start," ujar Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, di Mugello. Menurut Ezpeleta, penambahan ruang antar motor dapat memberi kesempatan lebih besar bagi para pembalap untuk bermanuver dengan aman ketika memasuki tikungan pertama. MotoGP sendiri sudah pernah mengurangi jumlah pembalap per baris dari empat menjadi tiga pada musim 2004. Namun, kelas-kelas yang lebih kecil baru menerapkan perubahan serupa beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2011. Jika format dua pembalap per baris benar-benar diterapkan, hasil kualifikasi akan menjadi semakin krusial karena posisi start akan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap jalannya balapan. Hal ini juga akan berdampak pada dua grid yang digunakan setiap akhir pekan sejak hadirnya Sprint Race. Selain perubahan susunan grid, sejumlah langkah lain juga sedang dibahas demi meningkatkan keselamatan. Di antaranya adalah percepatan penghapusan perangkat holeshot yang sejatinya sudah dijadwalkan dilarang mulai 2027, penambahan perlindungan di area roda belakang dan swingarm hingga penerapan sistem Crash Warning System di MotoGP.