Lonjakan harga bensin akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mulai mendorong pergeseran perilaku konsumen di Eropa. Salah satunya terlihat dari meningkatnya penjualan mobil listrik bekas di berbagai platform daring. Platform jual-beli mobil bekas di Eropa menyebut, mahalnya harga bahan bakar membuat konsumen mulai beralih dari kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) ke mobil listrik. “Saat ini terjadi semacam booming mobil listrik di pasar mobil bekas,” kata analis Finn.no, Terje Dahlgren dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2026). VW ID.3 Ia menambahkan, mobil listrik kini bahkan telah melampaui model diesel sebagai jenis kendaraan dengan penjualan tertinggi di platform tersebut. Sebagai informasi, perang yang pecah pada 28 Februari 2026 itu telah mengganggu jalur distribusi penting yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak global. Dampaknya langsung terasa pada harga bahan bakar. Berdasarkan data Komisi Eropa, rata-rata harga bensin di Uni Eropa naik 12 persen menjadi 1,84 euro per liter atau setara Rp 31.648 per liter dalam periode 23 Februari hingga 16 Maret 2026. Kondisi ini turut mendorong peningkatan penjualan mobil listrik bekas. Peritel mobil bekas asal Perancis, Aramisauto, mencatat pangsa penjualan kendaraan listrik hampir dua kali lipat. Ilustrasi baterai mobil listrik Jika sebelumnya angkanya hanya 6,5 persen pada pekan yang dimulai 16 Februari, angka tersebut meningkat menjadi 12,7 persen pada pekan yang dimulai 9 Maret. CEO Aramisauto, Romain Boscher, mengatakan tren serupa juga terjadi pada 2022 saat konflik Rusia-Ukraina memicu lonjakan harga energi. “Begitu harga bensin melewati 2 euro per liter, itu meninggalkan kesan yang kuat di benak konsumen,” ujar Boscher. “Kami melihat peningkatan minat yang signifikan di situs, yang kemudian berujung pada pemesanan mobil listrik dan hybrid,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang