Logo Mercedes-Benz yang dilengkapi dengan lampu Langkah ini menjadi salah satu keputusan strategis paling berani dalam sejarah Mercedes-Benz. Untuk pertama kalinya dalam 130 tahun perjalanan perusahaan, pengembangan platform kendaraan baru tidak dipimpin langsung dari Jerman, melainkan dari pusat riset mereka di China. GULIR UNTUK LANJUT BACA Seperti dilansir VIVA Otomotif dari Carnewschina, Senin 9 Maret 2026, Mercedes-Benz saat ini sedang mengembangkan platform kendaraan listrik dengan kode proyek “Phoenix”. Platform tersebut dirancang untuk menjadi basis mobil listrik entry level yang akan dijual secara global.Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, platform Phoenix diperkirakan mulai digunakan sekitar tahun 2030. Nantinya platform ini akan menggantikan arsitektur MMA yang saat ini dipakai Mercedes untuk mobil listrik kompak.Beberapa model yang kemungkinan akan menggunakan platform baru tersebut antara lain generasi terbaru dari Mercedes-Benz A-Class, Mercedes-Benz B-Class, Mercedes-Benz GLA, Mercedes-Benz GLB, hingga Mercedes-Benz CLA.Yang menarik, platform ini akan memanfaatkan arsitektur elektronik GEEA milik Geely. Sistem tersebut merupakan fondasi penting dalam mobil modern karena mengatur seluruh sistem kendaraan pintar seperti software, konektivitas, hingga fitur bantuan mengemudi.Dalam beberapa bulan terakhir, manajemen Mercedes-Benz disebut beberapa kali mengunjungi pusat riset Geely di Hangzhou Bay untuk membahas kerja sama teknologi. Fokus utamanya adalah pengembangan arsitektur elektronik dan sistem kendaraan pintar.Bagi industri otomotif, arsitektur elektronik kini dianggap sebagai “otak” dari mobil listrik modern. Teknologi ini memungkinkan hadirnya fitur seperti ADAS, cockpit digital, hingga integrasi software yang semakin kompleks.Geely sendiri sudah cukup berpengalaman dalam bidang ini. Arsitektur GEEA 3.0 yang mereka kembangkan sudah digunakan pada model seperti Geely Galaxy E5 sejak 2024. Platform tersebut bahkan telah menopang penjualan lebih dari satu juta unit kendaraan.Di sisi lain, alasan utama Mercedes-Benz menggandeng teknologi China ternyata berkaitan dengan efisiensi biaya produksi.Seorang sumber internal menyebut bahwa dalam satu hingga dua tahun terakhir, Mercedes-Benz intens mempelajari bagaimana pabrikan China mampu menekan biaya produksi mobil listrik secara signifikan.Studi tersebut bahkan termasuk melakukan pembongkaran menyeluruh terhadap Zeekr 001, mobil listrik premium dari brand milik Geely.Hasilnya cukup mengejutkan. Para insinyur Mercedes mengakui kualitas teknologi mobil tersebut sangat baik, tetapi dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan Mercedes.Fenomena ini juga mencerminkan perubahan besar dalam industri otomotif global. Jika dulu perusahaan asing masuk ke China untuk membawa teknologi, kini justru sebaliknya. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Beberapa pabrikan besar mulai mengandalkan teknologi perusahaan China. Contohnya Volkswagen yang bekerja sama dengan Xpeng, kemudian Stellantis dengan Leapmotor, serta Renault yang juga berkolaborasi dengan Geely.Artinya, industri mobil listrik dunia kini mulai mengakui satu hal penting: China tidak lagi sekadar pasar besar, tetapi juga pusat teknologi kendaraan listrik globa