JAKARTA, KOMPAS.com - Indisen yang melibatkan taksi listrik Green SM kembali terjadi, kali di kawasan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Video kecelakaan tersebut viral di media sosial, setelah diunggah oleh akun @amzidanee_, hingga kemudian di repost oleh berbagai akun, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @jakartabarat24jam. Dalam rekaman itu tampak taksi listrik Green SM melaju mundur tanpa kendali hingga menabrak pintu rumah makan ayam goreng Almaz. Kejadian itu terjadi pada Jumat (9/1/2026), sekitar pukul 13.05 WIB. Diketahui insiden itu bemula ketika taksi listrik yang dikemudian pria bernama Saiful Hidayat melaju dari arah rumah makan ayam goreng Almaz menuju ke arah Kembangan. Namun, pada saat keluar dan berbelok ke jalan Raya Raden Saleh, bodi samping kiri tertabrak kendaraan tak dikenal dari arah Ciledug menuju arah Kembangan yang melaju di jalur sebenarnya. Setelah tertabrak kendaraan tak dikenal, taksi Limo Green yang dikemudian Saiful berjalan mundur ke belakang masuk ke area parkir rumah makan ayam goreng Almaz. "Karena kurang hati-hati dan kurang konsentrasi bodi belakang kendaraan taksi Limo Green menabrak tiang lampu penerangan, tembik, jendela kaca gerai Amaz, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas tersebut," ucap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, ketika dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (10/1/2026). Kecelakaan tersebut mengakibatkan kendaraan taksi listrik Limo Green mengalami kerusakan pada bodi depan sebelah kiri dan bodi belakang serta tiang lampu penerangan, tembok dan jendela kaca gerai rumah makan ayam Almaz. Adapun untuk dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Hilangnya konsentrasi saat berkendara memang bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakan. Untuk itu pengemudi dituntut untuk selalu tetap fokus dan memperhatikan beberapa hal. “Berkendara harus fokus untuk meminimalisir human error atau kealpaan saat mengemudi,” kata Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Agar bisa fokus, pengemudi harus memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Mobil telah diperiksa, tidak mengalami gangguan dan layak jalan. Selain itu pengemudi juga harus dalam keadaan sehat, tidak sedang mengantuk dan berada di bawah pengaruh obat-obatan. Pengemudi juga harus mengesampingkan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi berkendara. “Kalau berkendara sendiri, mengantuk itu dapat mengganggu konsentrasi berkendara. Makanya kalau mengantuk lebih baik istirahat sejenak,” ucap Jusri. “Sedangkan kalau bersama teman-teman, faktor bercanda atau ngerumpi itu mengganggu konsentrasi. Main smartphone juga bisa bikin risiko kecelakaan meningkat,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang