- Gerakan stop bayar pajak kendaraan di Jawa Tengah ramai di media sosial. Bahkan disebut-sebut sampai membuat suasana di kantor Samsat akhir-akhir ini sepi. Faktanya tidak benar 100 persen, gerakan tersebut tidak membuat semua orang terprovokasi. Masih ada masyarakat yang tetap menjalankan kewajibannya untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) meski mendukung gerakan tersebut sebagai wujud protes terhadap pemerintah. Salah satunya, Nurhadi (40) Karyawan Swasta di Semarang. Dia termasuk orang yang mendukung gerakan tersebut, tapi masih sadar sepenuhnya bahwa bayar pajak menjadi kewajibannya sebagai warga negara. "Saya tetap bayar pajak meski setuju dengan gerakan stop bayar pajak yang sedang ramai di media sosial, saya anggap itu sebagai kritik ke pemerintah agar memperbaiki pelayanan publik," ucap Nurhadi, (17/2/26) melansir Kompas.com. Seruan tersebut muncul dari keresahan sebagian masyarakat terhadap kenaikan PKB setelah pemberlakuan opsen pajak daerah.