Serangkaian kecelakaan yang melibatkan taksi listrik terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Insiden tersebut beragam, mulai tersambar kereta api hingga terperosok ke got. Memang perlu dipahami menyetir mobil listrik butuh keterampilan yang sedikit berbeda dibandingkan mobil konvensional. Makanya perlu ada penanganan khusus sebelum driver boleh mengemudikan taksi listrik, apalagi untuk mengantar penumpang. Salah satu perusahaan taksi yang sudah hadir lama yakni Bluebird Group turut melakukan peralihan dari taksi konvensional ke listrik. Hebatnya standar keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan masih dipertahankan. BYD e6 bekas taksi Blue Bird Adrianto Djokosoetono, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk menjelaskan, secara prinsip, cara berkendara taksi listrik dan konvensional tidak berbeda. Tapi pengemudi armada listrik dibekali pengetahuan tambahan. "Pengetahuan tambahan terkait product knowledge, khususnya pemahaman fungsi kendaraan, sistem, serta fitur khusus pada mobil listrik," kata Adrianto kepada Kompas.com, Senin (5/1/2026). Kalau di Bluebird Group, sebelum mengoperasikan taksi listrik, pengemudinya wajib mengikuti pembekalan, termasuk uji kemampuan berkendara. "Penugasan pengemudi armada listrik dilakukan melalui seleksi internal dengan mempertimbangkan pengalaman, rekam jejak keselamatan, serta kualitas layanan kepada pelanggan," kata Adrianto. Makanya untuk menjaga keselamatan penumpang, Bluebird juga memastikan pengemudi dan tim operasional memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi risiko khusus, termasuk penanganan darurat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang