Isu keamanan menjadi perhatian utama dalam tren konversi motor berbahan bakar bensin ke motor listrik yang kini terus berkembang di Indonesia. Di tengah dorongan transisi energi, aspek keselamatan pada kendaraan hasil modifikasi ini tidak bisa diabaikan. Seiring meningkatnya minat masyarakat, muncul pertanyaan mendasar terkait keamanan motor listrik hasil konversi digunakan untuk aktivitas harian, terutama terkait baterai dan sistem kelistrikan. Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst dan Technical Analyst di PT Wahana Makmur Sejati (WMS), keamanan sejatinya bisa terjaga selama proses konversi dilakukan sesuai standar yang berlaku. "Keamanan adalah prioritas utama. Risiko seperti arus pendek atau kebakaran bisa diminimalisir melalui penggunaan BMS (Battery Management System), komponen dengan sertifikasi IP Rating, serta pengerjaan oleh bengkel tersertifikasi," kata Wahyu kepada Kompas.com, Jumat (3/4/2026). Ia menjelaskan, Battery Management System (BMS) memiliki peran penting dalam menjaga kondisi baterai tetap stabil. Sistem ini berfungsi mengontrol pengisian daya agar tidak berlebih (overcharge), sekaligus menjaga suhu baterai tetap dalam batas aman sehingga risiko kerusakan maupun kebakaran dapat ditekan. Selain itu, aspek ketahanan terhadap air juga menjadi perhatian penting, terutama mengingat kondisi jalan di Indonesia yang kerap diwarnai hujan deras hingga genangan. tes Dyno untuk mengukur kecepatan motor listrik konversi Karena itu, komponen kelistrikan pada motor konversi disarankan memiliki sertifikasi minimal IP65 atau IP67 agar tetap aman saat terkena air. Wahyu juga menekankan bahwa proses konversi tidak boleh dilakukan sembarangan. Pengerjaan harus dilakukan oleh bengkel yang telah memiliki sertifikasi resmi dari kementerian terkait guna memastikan seluruh prosedur pemasangan sesuai standar keselamatan. "Kalau dikerjakan sembarangan, risiko pasti meningkat. Makanya, konversi tidak boleh asal, harus melalui bengkel yang memang sudah tersertifikasi," ujarnya. Dengan penerapan standar yang tepat, risiko pada motor listrik hasil konversi dinilai bisa ditekan secara signifikan. Artinya, kendaraan ini tetap aman digunakan untuk aktivitas sehari-hari, selama didukung kualitas pengerjaan dan perawatan yang baik. Di sisi lain, tren konversi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Ke depan, aspek keselamatan diharapkan tetap menjadi fondasi utama agar transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan dapat berjalan berkelanjutan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang