Motor 2-tak wajib memiliki rem prima, karena untuk memperlambat laju motor harus selalu menggunakan rem utama. Berbeda dengan motor 4-tak, masih bisa mengandalkan engine brake. Struktur mesin pada motor 2-tak yang tidak mengandalkan sistem buka tutup katup, akan membuat putaran mesin lebih lancar dan cepat, tapi efek sampingnya engine brake hampir tak terasa. Kondisi ini tentu membuat rem pada motor 2-tak menjadi tumpuan utama untuk memperlambat laju kendaraan. Bila rem tidak prima, maka motor bisa hilang kendali dan berpeluang mengalami kecelakaan. Gio, pemilik bengkel sepeda motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan, selain tidak disarankan, engine brake pada motor 2-tak juga hampir tak terasa efeknya. “Tidak disarankan karena saat throttle tertutup, maka aliran pelumas oli samping terhenti, akibatnya, selama engine brake piston bergerak tanpa pelumasan atau sangat minim,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Sabtu (29/11/2025). Motor 2-tak tak dibekali sistem buka tutup katup seperti pada motor 4-tak, sehingga aliran gas buang dan udara masuk bisa terjadi lebih lancar, tak ada penghalang. Ilustrasi rem motor. Sedangkan di motor 4-tak, gaya dorong balik dari knalpot akan menjadi penghambat putaran piston. Ditambah ada sistem buka tutup katup, maka piston tidak akan terus-terusan bergerak, terutama pada langkah kompresi dan usaha. “Di motor 2-tak tak ada yang menghalangi, ketika suplai udara terhenti, piston tetap bisa bergerak dari gaya rolling atau gaya dinamis yang tercipta, sehingga engine brake tidak begitu terasa,” ucap Gio. Sebagai gambaran sistem kerja motor 2-tak, saat piston bergerak dari titik mati bawah ke titik mati atas, maka langkah hisap dan kompresi terjadi secara bersamaan, karena udara dan BBM tersedot di bawah piston. Ilustrasi prinsip kerja mesin motor 2-tak Saat piston bergerak dari titik mati atas ke titik mati bawah maka langkah usaha atau ledakan terjadi, bersamaan dengan langkah buang ketika piston sampai tengah, sebelum sampai titik mati bawah. Pada langkah ini juga terjadi kompresi bawah, sehingga campuran udara BBM bisa tertekan masuk ke ruang bakar. “Sepersekian detik sebelum piston sampai titik mati bawah juga terjadi pertukaran gas buang dengan campuran BBM dan udara, hampir bersamaan, karena langkahnya yang ringkas ini, efek engine brake jadi terasa lebih kecil,” ucap Gio. Efek engine brake pada motor 2-tak memang ada, tapi sangat kecil yakni berlangsung ketika piston masuk langkap kompresi atau setelah menutup saluran buang sepenuhnya. "Rentangnya pendek, hanya setengah langkah piston, sebelum piston menutup saluran buang maka engine brake belum tercipta, nah kalau di mesin 4-tak engine brake lebih besar karena dari titik mati bawah sudah terasa," ucap Gio. Sehingga, pada motor 2-tak, saat melaju kencang, dan pengendara menutup gas, motor bisa tetap meluncur bila tidak dihambat pakai rem utama. “Rem utama harus prima sih di motor 2-tak, selain identik dengan motor kencang, rem cepat panas, efek engine brake-nya kecil dan tidak disarankan, sehingga mau tak mau, rem utama yang jadi tumpuan untuk menghambat laju motor,” ucap Gio. deretan motor 2-tak modifikasi Ini bikin rem cepat panas bila sering-sering digunakan. Risiko terburuknya bisa mengalami blong, akibat panas berlebih. “Kalau di motor 4-tak, sangat mungkin pengendara tak memainkan rem utama, deselerasi tetap bisa terjadi dengan terukur pakai engine brake dan gigi rendah, tapi di motor 2-tak tak bisa dan tak disarankan,” ucap Gio. Jadi, motor 2-tak wajib punya rem prima agar tetap bisa terkendali dan mengurangi risiko rem blong. Karena, pada dasarnya rem utama menjadi satu-satunya sistem deselerasi yang bisa diandalkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang