Target produksi 2 juta motor listrik pada 2025 sudah ambyar total. Kini pemerintah memastikan tidak akan memberikan insentif motor listrik."Motor listrik enggak ada insentif tahun ini. [Sudah fix ya?] Tahun ini tidak diberikan insentif," tegas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam diskusi dengan beberapa media di Bandung dikutip dari CNBC Indonesia. Lebih lanjut, Agus menjelaskan pemerintah harus realistis dalam melihat kondisi keuangan negara. Setiap kebijakan fiskal, menurutnya, harus melalui perhitungan matang agar manfaatnya benar-benar terasa luas bagi perekonomian. Karena itu, insentif motor listrik tahun ini dinilai belum menjadi prioritas."Berbagai pertimbangan tadi sama dengan pertimbangannya di mana kita memahami postur fiskal kita seperti apa, cost and benefit mana yang paling tinggi, yang lebih bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan," ujarnya."Saya sampaikan sekarang biar ada kepastian, jadi orang nggak nunggu insentif, industri juga bergerak," ujar Agus.Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dari total 6.412.769 unit motor yang terjual di Indonesia, segmen motor listrik berkontribusi kurang dari satu persen. Jika dihitung, angka penjualannya hanya berkisar di angka 50 ribuan unit.Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) sudah tidak mengharapkan kebijakan subsidi motor listrik dari pemerintah. "Kita sepakat tidak berharap lagi sama pemerintah, mau ada subsidi atau tidak, kita tetap jalan terus," ujar Ketua Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia, Budi Setiyadi.Mengingat kembali pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada 2022 lalu, Presiden menargetkan produksi 2 juta unit motor listrik dalam waktu sesingkat-singkatnya di 2025. Namun, dengan realita jualan yang turun ke angka 55 ribu unit, target tersebut kini terasa seperti "pepesan kosong"."Khusus untuk roda dua, ada target dari Bapak Presiden dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa segera memproduksi dua juta unit pada 2025," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya.Budi mengatakan jika pemerintah tidak bisa memberikan kepastian insentif, industri motor listrik masih ingin didukung lewat kebijakan non-fiskal."Insentif non-fiskal, memberikan semacam privilege kepada pengguna, seperti ganjil genap, atau ada jalur khusus sepeda motor listrik, atau parkir yang menekan biaya untuk sepeda motor listrik, atau pemerintah daerah sudah mulai menggunakan sepeda motor listrik," jelas Budi.Merujuk data SRUT Kemenhub yang diterima detikcom, tren motor listrik terus bertumbuh dalam tiga tahun terakhir. Penjualan mencapai puncaknya pada 2024 yang menyentuh 77 ribu unit, bertepatan dengan masa berlakunya program subsidi pemerintah. Namun untuk sampai angka 2 juta unit, masih terlampau jauh.Angka Penjualan Motor Listrik 2017-2025 dari SRUT Kemenhub:2017: 32 unit2018: 2342019: 982 unit2020: 2.109 unit2021: 10.546 unit2022: 17.198 unit2023: 62.409 unit2024: 77.078 unit2025: 55.059 unit