Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memproyeksikan pergerakan kendaraan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai 2.915.318 unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 12,2 persen terhadap lalu lintas normal, sebagaimana disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI, Kamis (27/11/2025). “Kami laporkan proyeksi volume lalin keluar Nataru, proyeksinya 2.915.318 kendaraan. Kalau prediksi Nataru hanya ada peningkatan 12,2 persen terhadap normal. Naik 0,9 persen terhadap 2024,” kata Agus. Ilustrasi lalu lintas, kondisi transportasi publik di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut masih dalam batas aman untuk dikendalikan. Namun, keputusan rekayasa lalu lintas belum ditetapkan karena harus menunggu traffic counting di lapangan. “Kalau Operasi Ketupat bisa sampai 90 persen. Artinya, prediksi total traffic counting yang ada di tol dan jalan arteri itu seperti VN+2 persen. Jadi masih bisa kita kendalikan apakah nanti berlaku contra flow atau one way. Command center di KM 29 akan menilai kondisi itu,” ujarnya. Selain memaparkan volume kendaraan, Agus juga mengungkapkan pola pergerakan masyarakat selama Nataru. Puncak arus mudik diprediksi terjadi dua kali, yakni pada 20 Desember dan 24 Desember 2025. “Prediksi puncak itu ada dua kali, pertama tanggal 20 Desember, dan puncak mudik kedua itu tanggal 24 Desember,” katanya. Pemerintah juga akan menerapkan skema kerja dari mana saja (WFA) pada 22–24 Desember. Kebijakan ini diyakini dapat menekan kepadatan perjalanan pada dua puncak tersebut. Untuk arus balik, puncaknya juga diperkirakan dua kali, yaitu pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026. Skema WFA kemungkinan diberlakukan kembali pada 29–31 Desember 2025 agar volume kendaraan lebih merata. Ilustrasi lalu lintas libur Kemerdekaan RI Di sisi lain, Agus menekankan bahwa seluruh Dirlantas telah memahami karakteristik wilayahnya masing-masing. Mereka telah menyiapkan antisipasi di jalur padat seperti Gadog, Mengkreng di Jawa Timur, Batu di Malang, hingga Canggu di Bali. “Para direktur lalu lintas sudah sangat menguasai. Jadi kapan kebangkitan harus dan kapan cara bertindak itu harus dilakukan,” tuturnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang