— Mengemudi kendaraan bermotor bukan hanya soal bisa menjalankan mobil atau sepeda motor dari titik A ke titik B. Di jalan raya, pengemudi dituntut memiliki sikap, kemampuan, dan kesadaran yang lebih dari sekadar keterampilan teknis. Founder Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan ada empat elemen penting yang seharusnya dimiliki setiap pengemudi saat berada di jalan. Kepolisian melakukan penutupan arus kendaraan naik saat diberlakukan one way arah Jakarta di Jalan Raya Puncak Bogor Jawa Barat, Kamis (25/12/2025). "Ada empat elemen yang seharusnya melekat pada pengemudi, yaitu terampil, tertib, antisipatif, yakni bagaimana mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk karena kita berada di ruang publik dan keempat yaitu empati," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (2/1/2026). "Kalau tiga hal itu dilakukan tapi empatinya kurang, maka terjadilah senggolan, atau dalam bahasa lalu lintas disebut kecelakaan," ujar Jusri. Menurut Jusri, banyak insiden di jalan terjadi bukan semata karena ketidakterampilan pengemudi, melainkan juga karena kurangnya empati dan kesadaran bahwa jalan merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Dengan kata lain, kemampuan mengemudi saja tidak cukup jika tidak dibarengi sikap saling menghargai pengguna jalan lain. Kendaraan roda dua yang menunggak pinjaman jadi incaran Matel di Jalan Raya "Empat elemen ini harus jadi kewajiban pengguna kendaraan bermotor di jalan raya. Kalau empat hal ini dilakukan, peluang konflik dan insiden akan menurun," katanya. "Ini menyangkut perilaku. Pelanggaran itu adalah perilaku, dan perilaku harus dibangun dari kesadaran sehingga membentuk pola pikir atau mindset," ujar Jusri. Jusri mengatakan, kesadaran dan empati bisa terbentuk lebih cepat jika pengemudi mendapatkan pendidikan dan pembekalan yang tepat. Berkendara Aletra L8 Ev "Mindset itu dibangun dari pengalaman, pendidikan, dan pelatihan. Kalau hanya dari pengalaman prosesnya lama, tapi kalau melalui pelatihan dan sekolah yang benar serta komprehensif, itu akan lebih cepat terbangun," katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang