Masih ada aja yang nekat ugal-ugalan nyetir Fortuner di jalan tol. Padahal bahaya terguling sudah mengintai.Aksi ugal-ugalan Toyota Fortuner di Tol Andara jadi sorotan. Sebagaimana terlihat dalam video yang beredar di media sosial, Fortuner itu melaju kencang dari bahu jalan dan tak lama berselang menabrak Agya yang hendak keluar tol Andara. Fortuner berkelir putih itu pun terguling dan melintang menutupi lajur di tengah jalan. Akibat kecelakaan itu, dua orang mengalami luka-luka. Reiki menjelaskan, mulanya Fortuner itu melaju di lajur 2 dengan kecepatan sekira 100 km/jam."Setibanya di Km 02+400, pihak pertama (Fotuner) berpindah ke bahu luar untuk menyalip kendaraan di depannya," ungkap Kasat PJR Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala dikutip detikNews.Ini bukan kali pertama ada sopir Fortuner menyetir secara ugal-ugalan di tol hingga menyebabkan celaka. Sebelumnya juga ada beberapa kecelakaan yang dipicu aksi menyetir ugal-ugalan Toyota Fortuner hingga Pajero Sport. Tak bisa dipungkiri Pajero ataupun Fortuner seringkali dipacu pada kecepatan tinggi di jalan tol.Padahal, memacu mobil SUV standar di jalan tol dengan kecepatan tinggi memiliki risiko tinggi.Bahaya Ngebut Naik SUV Bongsor Sekelas Fortuner-Pajero SportPraktisi keselamatan berkendara tidak menyarankan penggunaan SUV untuk kebut-kebutan di jalan umum. Apalagi, mobil tersebut sejatinya memang dirancang nyaman. Memacu SUV dengan ground clearance tinggi dan suspensi nyaman di jalan tol berisiko buat keselamatan. Tak jarang kecelakaan terjadi akibat memacu mobil hingga kecepatan tinggi di jalan tol. Bahkan, kecelakaan tersebut sampai merenggut nyawa.Pajero Sport dan Fortuner disebut memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Tapi karena kenyamanan itu, mobil justru berisiko limbung dan hilang keseimbangan saat digeber pada kecepatan tinggi.Tak cuma itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan."Dengan bobot dan torsi serta konstruksi SUV ini memang idealnya 4WD agar ada penggerak pendorong. Saat limbung dan slip bagian belakang, ada ban depan yang menarik. Ban juga pengaruh karena dia bagian terakhir yang menapak pada permukaan jalan. Bisa dia juga sebagai suspension. Sayangnya di Indonesia 4WD ini masih dianggap barang mewah dengan pajak tinggi padahal ini bicara POV keselamatan," ungkap praktisi keselamatan berkendara yang juga Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian beberapa waktu lalu.Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan bahwa mobil-mobil SUV ladder frame seperti Fortuner dan Pajero bukan dirancang kendaraan untuk kebut-kebutan di jalan tol. Sebab, mobil dengan dimensi bongsor tersebut bisa kehilangan kestabilan apabila dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol."Artinya, bodi mobil pada jenis sasis ini diletakkan di atas sasis lalu disambungkan. Bisa dikatakan secara bentuk lebih jangkung atau tinggi. Sehingga gejala limbung atau bouncing yang terjadi lebih besar," ujar Sony.