Ilustrasi lalu lintas di jalan raya Di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, pemerintah kini semakin tegas menindak pengemudi yang mengabaikan aturan Slow Down, Move Over sebuah hukum lalu lintas yang mewajibkan pengendara mengurangi kecepatan dan berpindah lajur saat mendekati kendaraan yang berhenti di bahu jalan. Langkah ini diambil setelah data menunjukkan masih banyak pengemudi yang tidak mematuhi aturan tersebut, berkontribusi pada risiko kecelakaan dan bahaya fatal bagi petugas darurat serta pengguna jalan lainnya. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ilustrasi Lalu Lintas Apa Itu Hukum “Slow Down, Move Over”?Hukum Move Over merupakan aturan lalu lintas yang sudah berlaku di semua 50 negara bagian di AS sejak awal 2010-an. Tujuannya adalah memberi ruang aman bagi petugas darurat, pekerja jalan, serta kendaraan yang terpaksa berhenti di sisi jalan.Aturannya sederhana tetapi krusial: pengemudi harus melambatkan kendaraan dan, jika aman, pindah lajur menjauhi kendaraan yang berhenti.Seiring waktu, cakupan hukum ini semakin diperluas. Awalnya hanya berlaku untuk kendaraan darurat seperti ambulans, polisi, dan pemadam kebakaran. Kini, sejumlah negara bagian memperluasnya agar mencakup berbagai situasi termasuk kendaraan derek, kendaraan utilitas, dan bahkan semua kendaraan yang berhenti di pinggir jalan dengan keadaan darurat.Kendala Kepatuhan Masih TinggiWalau hukum ini telah lama diterapkan, kepatuhan pengemudi ternyata masih jauh dari ideal. Studi dari The AAA Foundation for Traffic Safety menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga pengemudi tidak memperlambat atau pindah lajur seperti yang diwajibkan, bahkan ketika ada pekerja atau kendaraan di bahu jalan.Beberapa pengemudi hanya melakukan satu tindakan misalnya pindah lajur tanpa mengurangi kecepatan yang tetap berisiko tinggi.Angka kecelakaan juga mencerminkan bahayanya. Pada 2024, tercatat puluhan pekerja dan responden darurat tewas karena kecelakaan saat membantu di tepi jalan, meskipun aturan Move Over sudah berlaku di seluruh negara bagian.Penegakan Hukum Diperkuat di Banyak Negara BagianKarena rendahnya kepatuhan, banyak negara bagian kini memperketat penegakan hukum ini. Polisi lalu lintas melakukan patroli lebih sering dan menjatuhkan tilang lebih banyak kepada pelanggar Move Over.Contohnya di New York, setelah hukum tersebut diperluas pada 2023 untuk mencakup semua kendaraan berhenti bukan hanya kendaraan darurat jumlah tiket yang dikeluarkan meningkat sekitar 40 persen dalam dua tahun terakhir.Selain itu, penegak hukum di berbagai negara bagian juga menekankan pentingnya edukasi kepada publik. Mereka menyatakan bahwa banyak pengemudi belum sepenuhnya memahami kewajiban hukumnya apakah harus melambat, pindah lajur, atau melakukan kedua tindakan tersebut ketika menghadapi kendaraan darurat atau berhenti.Tujuan Utama: Selamatkan NyawaPentingnya aturan Move Over bukan sekadar poin tambahan pada buku hukum melainkan soal keselamatan nyata di jalan raya.Dengan meningkatnya jumlah kendaraan di jalan serta frekuensi kecelakaan fatal akibat kecelakaan di bahu jalan, kepatuhan terhadap aturan ini dapat membuat perbedaan antara hidup atau mati bagi petugas darurat, pekerja jalan, dan pengemudi yang terpaksa berhenti karena kerusakan atau keadaan darurat.Polisi dan organisasi keselamatan lalu lintas menekankan satu pesan tegas bagi semua pengendara: selalu kurangi kecepatan dan pindah lajur ketika melihat kendaraan berhenti di tepi jalan. Tindakan sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa dan membantu mencegah tragedi di jalan raya. ilustrasi lalu lintas ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dengan semakin ketatnya penegakan hukum Move Over di AS, pengemudi diharapkan lebih patuh terhadap aturan yang sudah berlaku di semua negara bagian.Tujuannya jelas, meningkatkan keselamatan di jalan raya, melindungi petugas darurat dan semua pengguna jalan yang berada dalam situasi bahaya, serta mengurangi angka kecelakaan fatal akibat kelalaian pengemudi.