Zebra cross dengan karakter gim legendaris Pac-Man yang seolah sedang "melahap" titik-titik di jalan di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, viral pada Maret 2026. Aksi ini merupakan inisiasi dari kreator konten bernama Ijoel yang peduli lingkungan dan lalu-lintas Jakarta. Gerakan ini lahir dari rasa kepedulian terhadap fasilitas publik yang mulai memudar dan luput dari perhatian otoritas terkait. Meski dibalut dengan unsur seni, Ijoel menekankan bahwa keselamatan dan fungsi marka jalan tetap menjadi prioritas utama. Ia mengatakan tidak asal menggambar, melainkan melakukan riset agar karya tersebut tidak mengganggu konsentrasi pengguna jalan atau menghilangkan fungsi utama zebra cross. Zebra cross Pac Man yang digambar warga di Jalan Dr. Soepomo, Tebet, masih terpampang setelah diisukan sudah dihapus, Selasa (31/3/2026). "Aturannya yang penting pertama, jangan terlalu banyak warna. Nanti secara visual pengendara juga kasihan," tutur Ijoel kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain warna, ia juga sangat memperhatikan komposisi bentuk gambar agar tidak mendominasi marka asli. "Terus yang kedua adalah persenan bentuk. Misalkan untuk garisnya 2 meter, zebra cross-nya, (gambarnya) itu (maksimal) 20 persen. Jadi enggak boleh lebih besar dari perseginya. Lebih ke situ saja," jelasnya. Keputusan ini diambil berdasarkan riset yang ia lakukan melalui internet dengan melihat implementasi serupa di mancanegara. Pria asal Jatinegara, Jakarta Timur itu sadar betul bahwa aspek estetika tidak boleh mengalahkan aspek keselamatan. Zebra cross di depan Universitas Sahid Jakarta, Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, yang baru digambar ulang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Selasa (31/3/2026). "Karena kita riset tuh zebra cross-nya enggak boleh banyakan segi seninya. Takutnya malah jadi hilang fungsi. Itu kan malah membahayakan orang," katanya. Karakter Mengenai pemilihan karakter, Ijoel mengaku hal itu didasari pada keselarasan bentuk geometris dan sentuhan nostalgia dari generasinya. Karakter Pac-Man dianggap paling cocok berdampingan dengan kotak-kotak zebra cross. "Akhirnya tuh gambar Pac-Man karena bentukan kotak, ya. Terus kita ingat lahiran milenial. Jadi ingatnya bentuk kotak tuh dimakan. (Selain itu) Pac-Man itu bentuknya simpel," ungkapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang