Garis-garis putih yang seharusnya menjadi penanda aman bagi pejalan kaki di Jalan Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, sempat menghilang. Di beberapa titik, zebra cross tak lagi terlihat, bahkan marka jalan pun memudar. Kondisi itu tak hanya luput dari perhatian pengguna jalan, tetapi juga memantik aksi warga. Salah satunya datang dari konten kreator Ijoel, yang kemudian memviralkan persoalan tersebut di media sosial. “Aktivitas di media sosial itu memang sudah berlangsung lama. Dan sebenarnya nggak hanya zebra cross, tapi fasilitas publik yang sering dikeluhkan, seperti parkir liar, pungutan liar, sampai jalan berlubang,” ujar Ijoel kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026). Ia mengatakan, banyak laporan warga masuk melalui Instagram dan TikTok pribadinya, termasuk soal zebra cross yang hilang di kawasan Tebet-Pancoran. Namun, bagi Ijoel, isu ini bukan sekadar konten, melainkan berangkat dari pengalaman pribadi. Ia pernah menjadi korban jalan rusak pada 2016 di flyover Pancoran. Saat itu, ia terjatuh dari motor hingga tak bisa berjalan selama dua minggu dan kehilangan pekerjaan. “Dari situ saya punya niat, kalau sudah sembuh, saya ingin mengurangi orang lain mengalami hal yang sama,” kata dia. Sejak itu, ia aktif menyoroti berbagai persoalan fasilitas publik, mulai dari jalan rusak hingga kabel menjuntai. Zebra cross di Tebet menjadi salah satu temuannya yang cukup mencolok. Zebra cross Pac-Man viral di tebet Menurut Ijoel, setidaknya ada lima titik zebra cross di kawasan tersebut yang kondisinya hilang atau tidak utuh. Padahal, lokasi itu berada di area padat aktivitas, dikelilingi perkantoran, tempat ibadah, sekolah, hingga permukiman. “Zebra cross ini hilang sudah berbulan-bulan. Bahkan bukan cuma zebra cross, marka jalannya juga tidak ada,” ujarnya. Ia menduga kondisi itu terjadi setelah adanya perbaikan jalan yang dilakukan secara bertahap. Namun, proses perbaikan tersebut justru membuat marka jalan tidak kembali digambar ulang. Ijoel mengaku sempat melaporkan kondisi tersebut ke pihak kecamatan dan melalui aplikasi JAKI. Namun, belum ada tindak lanjut yang jelas. Di tengah kondisi tersebut, ia kembali diingatkan oleh konten kreator lain yang sebelumnya mengunggah kondisi trotoar di lokasi serupa. Momen libur Lebaran pun dimanfaatkan untuk membuat aksi langsung di lapangan. Alih-alih sekadar membuat konten, Ijoel bersama sejumlah seniman mural memutuskan menggambar ulang zebra cross di salah satu titik paling krusial, dekat lampu merah Pancoran. Namun, zebra cross itu tidak dibuat biasa. Mereka menambahkan elemen visual berupa karakter gim Pac-Man, yang kemudian menarik perhatian publik. “Sekitar 80 persen tetap zebra cross, 20 persen seni. Jadi fungsinya tetap ada untuk penyeberang jalan,” kata Ijoel. Zebra cross di depan Universitas Sahid Jakarta, Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, yang baru digambar ulang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Selasa (31/3/2026). Proses pengerjaan dilakukan dini hari hingga menjelang subuh, demi meminimalisasi gangguan lalu lintas. Ia juga menyebut, aksi tersebut melibatkan kolaborasi dengan seniman mural yang sebelumnya menawarkan diri. Bagi Ijoel, aksi tersebut bukan sekadar ekspresi kreatif, tetapi bentuk keresahan atas lambatnya respons terhadap fasilitas publik yang krusial. “Seharusnya pemerintah sudah merespons tanpa harus viral dulu. Ini kan sudah berbulan-bulan, apalagi lokasinya dekat dengan kantor kecamatan,” ujarnya. Ia juga menyinggung adanya kejadian kecelakaan di lokasi tersebut, yang menurutnya mempertegas pentingnya keberadaan zebra cross yang jelas dan terlihat. Meski demikian, Ijoel menilai aksi warga seperti ini seharusnya tidak langsung dipandang negatif, selama tidak melanggar aturan dan justru membantu meningkatkan keselamatan. “Harusnya disupport dan diajak kolaborasi,” kata dia. Respon Pemprov DKI Jakarta Respons pemerintah pun akhirnya datang setelah isu ini viral. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penanganan zebra cross di lokasi tersebut. “Kami minta maaf untuk itu. Kreativitas warga saya ucapkan terima kasih dan respek,” kata Pramono, dikutip dari . Ia menilai, aksi warga menggambar zebra cross, bahkan dengan ilustrasi unik seperti Pac-Man, menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan pejalan kaki. Sementara itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mulai mempercepat pengerjaan zebra cross di empat titik di Jalan Dr Soepomo. Targetnya, seluruh pengerjaan rampung dalam waktu satu pekan. Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, mengatakan, hingga Selasa (31/3/2026), dua titik zebra cross telah selesai dikerjakan, masing-masing di depan Universitas Sahid dan seberang Sekolah Kinderfield. Adapun zebra cross bergambar Pac-Man yang dibuat warga, untuk sementara tidak dihapus atau digambar ulang. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa marka jalan bukan sekadar pelengkap visual, melainkan bagian penting dari sistem keselamatan lalu lintas. Ketika fungsi dasarnya hilang, risiko bagi pengguna jalan pun meningkat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang