Fasilitas publik yang aman dan estetis ternyata tidak selalu membutuhkan anggaran fantastis. Hal ini dibuktikan oleh Ijoel, seorang konten kreator yang belum lama ini viral karena membuat zebra cross kaku di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, menjadi area penyeberangan ikonik bergambar Pac-Man. Aksi kreatif ini tak hanya menarik, tetapi juga membuka mata banyak pihak mengenai efisiensi biaya dalam merawat fasilitas publik jika dilakukan dengan inisiatif dan kepedulian tinggi. Zebra cross Pac Man yang digambar warga di Jalan Dr. Soepomo, Tebet, masih terpampang setelah diisukan sudah dihapus, Selasa (31/3/2026). Modal Salah satu poin yang menarik adalah biaya yang dikeluarkan. Ijoel mengatakan modal yang siapkan murni dari kantong pribadi dengan jumlah yang relatif terjangkau. “Itu ngerjain yang terakhir, kalau di Pancoran sekitar Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Jadi memang enggak terlalu mahal, itu untuk cat spray-nya saja," ungkap Ijoel kepada Kompas.com, belum lama ini. Jika dihitung secara total, termasuk kebutuhan operasional tim kecilnya di lapangan, biayanya tetap tergolong hemat untuk ukuran perbaikan fasilitas publik. "Kalau ditambah makan dan minum, totalnya sekitar Rp 350.000, masih enggak sampai Rp 500.000. Itu pun hanya untuk satu ruas saja," katanya. Zebra cross Jalan Dr. Soepomo yang digambar karakter gim Pac Man dengan sentuhan warna-warni, Jumat (27/3/2026). Kewenangan Ijoel menyadari bahwa secara administratif, pemeliharaan jalan bukanlah ranah masyarakat sipil. Namun biaya murah dan proses cepat yang ia lakukan merupakan bentuk respons terhadap kondisi lapangan yang sudah mendesak atau "mati" karena pudar. "Pertama, kalau dibilang bukan kewenangan, memang bukan kewenangan warga, ya. Kita kan orang sipil istilahnya," ucap Ijoel. Namun melihat marka jalan yang hilang di area padat lalu-lalang membuatnya memilih untuk mengeksekusi ide tersebut secara mandiri daripada harus menunggu proses birokrasi yang panjang. "Karena sudah geregetan di situ, yang mana kita biasa lakuin itu, ya sudah, kita eksekusi ajalah daripada lama nunggu. Terus juga orang makin bahaya, orang lalu-lalang," kata Ijoel. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang