Pemandangan berbeda menghiasi aspal di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan. Garis-garis putih zebra cross yang kaku, jadi "hidup" dengan kehadiran karakter gim ikonik, Pac-Man. Aksi kreatif ini sempat viral di media sosial pada akhir Maret lalu, dan mengundang decak kagum sekaligus tanya dari warga yang melintas. Di balik pengecatan ulang yang unik tersebut, ada sosok Ijoel, seorang konten kreator yang peduli lalu-lintas dan lingkungan di Jakarta, yang menginisiasi gerakan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik. Zebra cross Pac Man yang digambar warga di Jalan Dr. Soepomo, Tebet, masih terpampang setelah diisukan sudah dihapus, Selasa (31/3/2026). Ijoel menceritakan bahwa aksi ini bukanlah proyek tunggal, melainkan kerja kolektif yang dilakukan dalam waktu singkat namun penuh perencanaan. "Sebenarnya ada lima orang. Bantuin dadakan, gitu. Mengerjakannya dari jam 12 malam kita start. Karena menunggu sepi. Sebenarnya pas libur Lebaran tuh sudah sepi. Cuma jam 12 malam lebih sepi sampai jam 5 (pagi) subuh," ujar Ijoel kepada Kompas.com, Kamis (30/4/2026). Riset agar Tidak Membahayakan Ijoel menegaskan bahwa aspek fungsional dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Ia tidak ingin gambar tersebut justru membingungkan pengendara atau pejalan kaki. Sebelum turun ke jalan membawa cat, tim melakukan pemetaan dan studi singkat mengenai aturan marka jalan yang berlaku. "Kita sudah riset. Pertama, riset dulu zebra cross standarnya kayak apa, gitu. Panjang lebarnya. Biar tidak kita gambar ini malah bikin bahaya orang. Karena marka jalan kalau gambarnya segala macem (terlalu ramai) bikin orang bingung. Kita enggak mau kejadian itu," katanya. Zebra cross Pac-Man viral di tebet Inspirasinya pun tidak datang tiba-tiba. Ijoel melihat bahwa penggabungan antara fungsi marka jalan dan nilai estetika sudah lazim dilakukan di luar negeri. "Kita riset dulu riset soal zebra cross yang ada karya seninya. Kan di luar negeri sudah banyak," tambah Ijoel. Aksi Senyap Proses eksekusi dilakukan dengan prosedur keamanan mandiri untuk memastikan tidak ada gangguan lalu lintas. Zebra cross Jalan Dr. Soepomo yang digambar karakter gim Pac Man dengan sentuhan warna-warni, Jumat (27/3/2026). Penggambaran zebra cross dilakukan saat kondisi jalanan Jakarta saat libur Lebaran cenderung lengang. Ijoel dan tim membawa perlengkapan pengatur lalu lintas sederhana agar proses pengecatan berjalan lancar. Proses pengerjaan menggunakan cat semprot kaleng (spray) yang cepat kering. Tim membagi pekerjaan menjadi dua tahap. "Tutup setengah jalan. Kami bawa kun (cone) ada tiga buah. Terus ada orang bantuin yang emang relawan dia. Bantuin pakai lampu stik," katanya. Teknisnya, kata Ijoel, tim mengerjakan satu sisi jalan terlebih dahulu sebelum berpindah ke sisi lainnya. Hal ini dilakukan demi keamanan tim dan pengguna jalan. "Jadi setengah jalan kita gambar. Selesain gambar, menunggu kering. Baru pindah ke setengah jalan lagi. Karena itu malam dan libur Lebaran. Enggak ganggu jalan Alhamdulillah," pungkas Ijoel. Zebra cross Pac-Man tidak hanya menjadi pengingat bagi pihak terkait untuk memperhatikan marka jalan yang pudar, tetapi juga menjadi bukti bagaimana kreativitas warga bisa memberikan warna baru. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang