Pembukaan Giicomvec 2026 turut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri kendaraan niaga nasional. Pemerintah menilai sektor ini masih memiliki pekerjaan rumah untuk menjaga daya saing di tengah dinamika pasar. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto, mengatakan kinerja industri kendaraan niaga mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya terlihat dari penurunan produksi pada 2025. “Produksi kendaraan niaga nasional tahun 2025 turun sekitar 3,5 persen menjadi 164.000 unit,” ujar Eko. Angka tersebut lebih rendah dibanding 2024 yang mendekati 170.000 unit. Truk logistik antre di jalan arteri depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Minggu (29/3/2026). Ia menjelaskan, penurunan ini berdampak pada tingkat utilisasi industri yang masih berada di bawah batas efisiensi. Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas produksi nasional belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, Eko menyoroti munculnya ketidakseimbangan antara produksi domestik dan penjualan nasional. Dalam dua tahun terakhir, kebutuhan pasar dalam negeri tidak sepenuhnya dipenuhi oleh produksi lokal. “Sejak 2024 mulai terjadi pergeseran, di mana sebagian permintaan domestik justru diisi oleh produk impor,” kata dia. Padahal sebelumnya, produksi dalam negeri mampu mencukupi kebutuhan pasar. Kebijakan pemerintah membuka keran impor truk bekas akan menekan pebisnis lokal. Menurut Eko, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan pasokan yang perlu segera diatasi. Pemerintah mendorong penguatan struktur industri serta peningkatan efisiensi agar produksi nasional kembali kompetitif. Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah maraknya truk impor yang tidak melalui proses homologasi. Kendaraan tersebut banyak ditemukan beroperasi di sektor tertentu seperti pertambangan. “Kendaraan ini tidak melalui uji tipe dan tidak memenuhi standar emisi yang berlaku di Indonesia,” ujarnya. Hal ini dinilai tidak hanya melanggar regulasi, tetapi juga berpotensi menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Eko menegaskan pemerintah akan memperkuat pengawasan dan penegakan aturan terhadap kendaraan impor. Langkah ini juga penting untuk menjaga keselamatan serta mendukung upaya pengendalian pencemaran udara. Melalui Giicomvec 2026, pemerintah berharap pelaku industri dapat memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Selain itu, ajang ini diharapkan mampu mendorong peningkatan utilisasi dan daya saing industri kendaraan niaga nasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang