Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Saleh Husin mengatakan, produsen kendaraan komersial India harus membangun pabrik juga di Indonesia jika serius dengan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. "Jika produsen India serius, sebaiknya membangun pabrik di Indonesia sebagaimana dilakukan Toyota, Suzuki, Honda, Daihatsu, Mitsubishi, Hino, Hyundai, DFSK hingga BYD dan VinFast. Pemerintah perlu menempatkan semua pelaku usaha pada level playing field yang sama," katanya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (25/2/2026). Dengan pembangunan pabrik kendaraan India di Indonesia tentunya akan menciptakan persaingan yang seimbang. Sebagai informasi, PT Agrinas Pangan Nusantara akan mendatangkan sekitar 105.000 unit kendaraan niaga dari India untuk Koperasi Merah Putih. Dua produsen yang menyuplai kebutuhan tersebut ialah Tata Motors dan Mahindra & Mahindra. Mahindra & Mahindra akan memasok pikap Scorpio, sementara Tata Motor akan memasok Pikap Yodha dan Ultra T.7 yang merupakan truk ringan. Semuanya merupakan buatan pabrikan India. Mahindra kembali beroperasi di Indonesia Saleh berpendapat, impor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, dapat mematikan industri otomotif dalam negeri. Selain itu dampak buruknya tidak akan menggerakkan ekonomi dan bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah. "Target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo bisa tidak tercapai jika industri nasional tidak bertumbuh," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang