PT Astra Otoparts Tbk, anak usaha dari PT Astra International Tbk, mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 meski industri otomotif masih menghadapi berbagai tantangan. Perusahaan produsen komponen kendaraan tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun, meningkat 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,03 triliun. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar perseroan turut naik menjadi Rp 457,5. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (25/2/2026), pendapatan bersih perseroan tumbuh 4,4 persen secara tahunan menjadi Rp 19,9 triliun. Pemaparan Astra Otoparts pada acara Astra Media Day 2025 di Menara Astra, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025). Kontributor terbesar masih berasal dari dua produsen otomotif utama di dalam Grup Astra. Penjualan kepada PT Astra Honda Motor tercatat sebesar Rp 4,46 triliun, sementara kepada PT Astra Daihatsu Motor mencapai Rp 1,23 triliun. Keduanya menyumbang sekitar 28,5 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Dari sisi profitabilitas, laba kotor meningkat 9,8 persen menjadi Rp 3,4 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan beban pokok pendapatan yang masih terjaga, hanya naik 3,3 persen menjadi Rp 16,54 triliun. Kondisi tersebut mencerminkan efisiensi produksi, termasuk dalam pengelolaan bahan baku dan biaya tenaga kerja. Beban usaha juga mengalami kenaikan, namun tetap terkendali. Beban penjualan naik 6 persen menjadi Rp 1,05 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi meningkat 4 persen menjadi Rp 1,07 triliun. Selain itu, perseroan juga membukukan kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp 1,18 triliun. Ilustrasi Astra Otoparts Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas tercatat Rp 4,53 triliun dengan nilai persediaan sebesar Rp 2,53 triliun. Total aset meningkat 7,6 persen menjadi Rp 22,6 triliun. Sementara itu, liabilitas naik tipis 1 persen menjadi Rp 4,52 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh 9 persen menjadi Rp 15,7 triliun. Struktur permodalan yang didominasi ekuitas menunjukkan fundamental keuangan yang solid. Perseroan juga mencatat arus kas dari aktivitas operasional sebesar Rp 1,94 triliun, meningkat 27 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp 1,53 triliun. Kinerja ini menegaskan peran Astra Otoparts sebagai salah satu kontributor kas utama di lingkungan Astra International. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang