Booth Fuso di GIICOMVEC 2026 Industri cold chain di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan distribusi produk makanan dan hasil pertanian. Namun di balik pertumbuhan tersebut, masih terdapat berbagai tantangan di lapangan, terutama dalam operasional kendaraan niaga dan sistem distribusi. Chief Innovation Officer PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-Log), Gerry Ardian, menyebut bahwa tantangan utama tidak hanya soal pengiriman, tetapi juga menjaga kualitas produk selama perjalanan. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat distribusi menjadi lebih kompleks. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Produk seperti ikan, sayur, hingga makanan olahan diproduksi di wilayah tertentu, sehingga perlu sistem yang mampu menjaga kualitas sampai ke konsumen,” ujarnya di acara diskusi yang digelar di pameran GIICOMVEC 2026, dikutip VIVA Otomotif Kamis 9 April 2026.Ia menjelaskan, kendala tidak hanya berasal dari jarak tempuh, tetapi juga keterbatasan fasilitas pendukung di lapangan. Salah satu contoh yang masih sering ditemui adalah belum tersedianya sumber listrik di kapal, sehingga kendaraan berpendingin harus tetap menyala menggunakan bahan bakar selama perjalanan.Kondisi tersebut berdampak langsung pada efisiensi operasional, terutama bagi pelaku logistik yang harus menjaga suhu produk tetap stabil. Selain itu, tingkat kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan suhu juga masih menjadi tantangan tersendiri.Sementara itu, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, menilai bahwa kendaraan niaga memiliki peran penting dalam mendukung distribusi cold chain, namun tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan sistem dan layanan yang memadai.“Kendaraan niaga harus didukung dengan layanan purna jual yang kuat agar operasional tetap berjalan tanpa hambatan,” kata Aji.Ia menambahkan, tantangan di lapangan membuat keandalan kendaraan menjadi faktor krusial, terutama untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai jadwal. Untuk itu, dukungan jaringan layanan yang luas serta pemantauan kondisi kendaraan menjadi bagian penting dalam operasional. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Saat ini, Fuso memiliki jaringan sekitar 225 diler di seluruh Indonesia yang siap memberikan layanan perawatan dan perbaikan. Selain itu, pengembangan sistem digital juga dilakukan untuk membantu memantau kondisi kendaraan, termasuk sistem pendingin selama perjalanan.Dengan berbagai tantangan yang ada, pengembangan industri cold chain di Indonesia dinilai tidak hanya bergantung pada kendaraan, tetapi juga memerlukan dukungan infrastruktur, sistem, serta kesiapan sumber daya manusia. Tanpa hal tersebut, potensi besar sektor ini dinilai belum dapat dimanfaatkan secara optimal.