Blind Spot Monitoring System pada Volvo V40 Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama bagi setiap pengemudi, apalagi di jalan raya yang padat. Meskipun mobil modern kini dilengkapi berbagai fitur canggih untuk melindungi pengemudi dan penumpang, ada satu fenomena yang masih sering diabaikan, yaitu blind spot atau titik buta pada kendaraan. Kondisi ini sering menjadi penyebab kecelakaan serius karena pengemudi tidak menyadari adanya objek atau kendaraan lain yang berada di luar jangkauan pandangan mereka melalui kaca spion. Ilustrasi gambar fitur keselamatan Blind Spot Information Blind spot merupakan area di sekitar mobil yang tidak dapat terlihat langsung oleh pengemudi. Hal ini terjadi karena keterbatasan sudut pandang mata manusia dan posisi spion yang tidak mampu mencakup seluruh area di sekitar kendaraan.Akibatnya, kendaraan lain yang berada di titik buta bisa lolos dari pengamatan pengemudi, terutama saat berpindah jalur, menyalip, atau berbelok. Kondisi ini tidak hanya berbahaya bagi pengendara mobil, tetapi juga bagi pengguna jalan lain seperti sepeda motor, pesepeda, atau pejalan kaki. Wilayah blind spot tidak terbatas di sisi samping kendaraan, tetapi juga dapat muncul di bagian depan dan belakang. Blind spot depan sering terjadi pada kendaraan besar seperti SUV atau truk, di mana posisi kap mesin yang tinggi menyulitkan pengemudi melihat objek dekat bagian depan. Area samping merupakan titik buta yang paling sering menimbulkan risiko karena kendaraan searah yang berada sejajar kadang tidak terlihat di spion. Sedangkan blind spot belakang muncul akibat keterbatasan pandangan melalui spion tengah, terutama ketika kabin penuh dengan penumpang atau barang bawaan. Karakteristik blind spot bervariasi tergantung jenis kendaraan. SUV biasanya memiliki titik buta yang lebih luas karena bodi tinggi dan lebar, sedangkan MPV memiliki area yang sedang.Sedan cenderung memiliki blind spot lebih kecil karena posisi duduk lebih rendah dan kaca belakang lebih lebar. Memahami perbedaan ini membantu pengemudi menyesuaikan cara berkendara sesuai jenis mobil yang digunakan, sehingga risiko kecelakaan bisa dikurangi.Dampak blind spot bisa sangat serius. Banyak kecelakaan samping atau belakang terjadi karena pengemudi tidak menyadari adanya kendaraan lain di titik buta. Di jalan tol, misalnya, kendaraan yang menyalip pada kecepatan tinggi bisa tiba-tiba muncul dari titik buta dan menyebabkan tabrakan.Di jalan perkotaan, kendaraan kecil seperti sepeda motor yang memasuki blind spot juga mudah tidak terlihat, meningkatkan risiko kecelakaan. Blind spot belakang pun berpotensi membahayakan pejalan kaki atau kendaraan lain saat parkir.Sebelum hadirnya teknologi modern, pengemudi mengatasi blind spot secara manual. Cara utama adalah dengan mengatur posisi spion dengan benar agar sudut pandangnya lebih luas, serta selalu mengecek kondisi sekitar sebelum berpindah jalur. Menjaga jarak aman dengan kendaraan lain dan memperhatikan kecepatan kendaraan di sekitar juga menjadi bagian penting dari kebiasaan berkendara yang aman.Seiring perkembangan teknologi, kini banyak mobil dilengkapi fitur Blind Spot Monitoring (BSM) yang membantu pengemudi mendeteksi kendaraan di titik buta. Sistem ini menggunakan sensor dan kamera yang terpasang di sisi atau belakang mobil untuk mendeteksi objek yang berada di luar jangkauan pandangan spion.Ketika sensor mendeteksi kendaraan masuk ke titik buta, sistem memberikan peringatan berupa sinyal visual di spion, bunyi peringatan, atau bahkan getaran pada setir atau kursi. Beberapa model mobil modern juga mengintegrasikan BSM dengan fitur Lane Keeping Assist, sehingga mobil dapat membantu mengoreksi arah secara otomatis jika pengemudi tidak merespons peringatan.Meski teknologi ini sangat membantu, kewaspadaan pengemudi tetap menjadi faktor utama keselamatan. Tidak semua mobil dilengkapi BSM, tetapi produsen seperti Geely telah menghadirkan fitur ini pada beberapa model mereka, misalnya Geely EX5 dan Geely Starray EM‑i.Fitur ini memberikan rasa percaya diri lebih bagi pengemudi saat berpindah jalur atau berkendara di lalu lintas padat, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat blind spot. Fitur Blind spot warning di Toyota Yaris CrossKesadaran pengemudi tetap menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko blind spot. Mengatur posisi duduk dan spion sesuai postur tubuh, menoleh sejenak sebelum berpindah jalur meski mobil sudah dilengkapi sistem monitoring, serta selalu menggunakan lampu sein merupakan kebiasaan penting yang harus diterapkan.Fenomena blind spot bukan hal sepele. Dengan memahami apa itu titik buta, bagaimana dampaknya, dan cara mengatasinya, baik secara manual maupun dengan bantuan teknologi, pengemudi dapat meningkatkan keselamatan di jalan dan melindungi diri serta pengguna jalan lainnya.