Ternyata, pengemudi turut mempengaruhi usia pemakaian baterai pada mobil hybrid. Meski secara sistem, baterai bakal dicas dan digunakan secara otomatis, diatur oleh komputer. Mobil hybrid banyak dijumpai belakangan ini, karena dianggap menjadi kendaraan ramah lingkungan di masa transisi elektrifikasi. Mobil ini masih mengandalkan mesin bakar, namun juga dibekali motor listrik dan baterai untuk meningkatkan efisiensi. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan mobil hybrid (HEV) berbeda dengan mobil listrik murni (BEV) dari segi penggunaan baterai. “Di BEV, manusia turut menentukan kapan waktu mengecas dan bagaimana caranya, sehingga dapat berdampak langsung pada usia pemakaian baterai, tapi di HEV semua diatur oleh sistem otomatis,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Minggu (11/1/2026). Meski demikian, ada perilaku pengemudi yang dapat membuat beban kerja baterai pada HEV bertambah berat, yakni dengan terlalu sering melakukan kickdown. Mesin Toyota New Veloz Hybrid EV “Saat mobil dipacu dengan agresif, pedal gas diinjak spontan dan dalam, maka sistem akan merespon dengan penggunaan daya listrik banyak, ditambah energi dari mesin,” ucap Jayan. Kondisi tersebut memungkinkan daya baterai terkuras dalam jumlah banyak, dan kembali terisi sesegera mungkin. Bila kebiasaan ini kerap diulang setiap berkendara, maka kesehatan baterai akan cepat turun. “Baterai akan panas, level kesehatannya lama-lama akan turun, secara tidak langsung ini akan membuat konsumsi BBM-nya meningkat,” ucap Jayan. Mobil hybrid Suzuki Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan mobil hybrid harus dirawat dengan baik dan teratur, bila tidak bisa saja mengalami kerusakan. “Perawatan mobil hybrid agar baterai awet adalah dengan memperhatikan sistem pendinginannya, baterai kan terletak di bawah jok depan penumpang, pastikan kisi-kisi tidak terhalang oleh barang dan sebagainya,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Baterai akan didinginkan oleh embusan udara dingin dari AC ketika dioperasikan. Di dalamnya juga terdapat saringan yang dibersihkan secara berkala atau diganti bila diperlukan. “Jangan biarkan baterai panas dan mengalami panas berlebih, nanti kesehatan baterai bisa menurun,” ucap Riski Maka dari itu, penting untuk melakukan perawatan berkala di bengkel resmi agar mendapatkan hasil yang optimal. Jadi, pengemudi mobil hybrid disarankan merawat mobil hybrid dengan baik dan teratur. Selain itu, perlu membiasakan berkendara dengan lembut, agar beban baterai tidak berlebihan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang