Mobil hybrid mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Mau tidak mau, kemungkinan terburuk harus dipikirkan seiring pemakaian, terlebih baterai memiliki usia pakai. Hal ini juga perlu menjadi pertimbangan bagi calon pembeli. Persiapannya meliputi skenario terburuk ketika baterai mobil hybrid rusak. Dengan demikian konsumen ada gambaran dan tidak panik saat suatu saat nanti kejadian. Jodjana Jody, Vice President Director Nasmoco Group mengatakan usia pakai baterai mobil hybrid Toyota bisa mencapai 12 tahun. “Usia pakai baterai ada yang 8 tahun, 10 tahun bahkan 12 tahun di Amerika, artinya baterai ini awet dan terjamin dengan garansi 8 tahun, sehingga konsumen tak perlu khawatir,” ucap Jody di Yogyakarta belum lama ini. Ketika baterai rusak dan masih dalam masa garansi, maka pihak diler akan menggantinya dan konsumen tidak dikenakan biaya. Hanya saja, pertanyaannya bagaimana bila rusaknya setelah habis masa garansi. “Bila baterai memang sudah rusak ya harus diganti, tak akan membuat piston dan komponen mesin lainnya ikutan rusak, tandanya akan ada penurunan performa, akselerasinya jadi lemot,” ucap Jody. Ilustrasi Innova Zenix Meski sistem pengisian daya tetap jalan, tapi karena baterai sudah rusak, jadinya daya yang tersimpan sebagai sumber tenaga tidak akan optimal. Bila kerusakannya sudah parah, mobil bisa sampai tidak jalan. “Seperti HP misal baterainya tinggal 80 persen, dia masih bisa jalan tapi butuh mengecas lebih sering, pada kondisi tertentu di mobil hybrid, karena pemakaian pengecasan tak mampu menyuplai daya hingga baterainya low terus, ini baru akan ada masalah,” ucap Jody. Bila sudah sampai tahap tersebut, baterai pada mobil hybrid sebaiknya diganti. Untuk harga terbarunya Rp 35 jutaan untuk model Toyota Innova Zenix, Yaris Cross dan Veloz. Harga berpotensi turun di kemudian hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang