Minat masyarakat terhadap mobil Hybrid terus meningkat seiring tren kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan di Indonesia. Mengandalkan baterai, motor listrik dan mesin bakar, membuat konsumsi energi jauh lebih efisien. Mobil ini tidak memerlukan pengisian baterai dengan daya eksternal. Sehingga masih memiliki habit sama dengan mobil konvensional. Baterainya lebih kecil, sehingga biaya perawatannya lebih murah.Seiring pemakaian, baterai mobil hybrid pasti performanya menurun, sehingga ini menjadi perhatian calon konsumen sebelum membelinya. Lantas, berapa estimasi usia pakai baterai mobil hybrid? Jodjana Jody, Vice President Director Nasmoco Group mengatakan teknologi baterai pada mobil hybrid semakin berkembang, sehingga keawetannya terus meningkat. “Pada awal diluncurkan, baterai mobil hybrid digaransi 5 tahun, tapi saat ini jadi 8 tahun, ini menunjukkan pabrikan cukup percaya diri dengan keawetannya, sehingga estimasi usia pakainya bisa lebih,” ucap Jody di Yogyakarta, Rabu (18/2/2026). Toyota sendiri mengenalkan teknologi hybrid sudah cukup lama, yakni sejak 1989 pada model Prius. Selama 27 tahun tersebut kualitas baterai hybrid sudah cukup teruji. Toyota Veloz Hybrid IIMS 2026 “Usia pakainya ada yang 10 tahun, bahkan yang paling lama 12 tahun, sehingga garansi baterai 8 tahun yang saat ini diberikan cukup panjang, maka dari itu konsumen tak perlu khawatir,” ucap Jody. Usia pakai baterai mobil hybrid juga bisa dipengaruhi dengan perawatan dan kebiasaan pengguna. Maka dari itu, bengkel resmi bakal memeriksa kondisinya setiap perawatan rutin. “Pastikan juga kebersihan kabin dijaga, karena baterai pada mobil hybrid pakai pendingin udara di dalam kabin, bila kabin kotor, sistem pendinginnya bisa terhalang, ini bikin usianya menurun,” ucap Jody. Baterai NiMH terbuat dari bahan nikel Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan usia pakai baterai mobil hybrid bisa dipengaruhi dari cara mengemudi, yakni dari siklus pengisiannya. “Di BEV, manusia turut menentukan kapan waktu mengecas dan bagaimana caranya, sehingga dapat berdampak langsung pada usia pemakaian baterai, tapi di HEV semua diatur oleh sistem di mesin,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Meski demikian, ada perilaku pengemudi yang dapat membuat beban kerja baterai pada HEV bertambah berat, yakni dengan terlalu sering melakukan kickdown. “Saat mobil dipacu dengan agresif, pedal gas diinjak spontan dan dalam, maka sistem akan merespon dengan penggunaan daya listrik banyak, ditambah energi dari mesin,” ucap Jayan. Kondisi tersebut memungkinkan daya baterai terkuras dalam jumlah banyak, dan kembali terisi sesegera mungkin. Bila kebiasaan ini kerap diulang setiap berkendara, maka kesehatan baterai akan cepat turun. “Baterai akan panas, level kesehatannya lama-lama akan turun, secara tidak langsung ini akan membuat konsumsi BBM-nya meningkat,” ucap Jayan. Jadi, usia pakai baterai mobil hybrid cukup beragam dan bisa dipengaruhi oleh kebiasaan pengendara mengemudikan mobil. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang