Penggunaan mobil listrik untuk perjalanan jauh, termasuk mudik Lebaran, semakin banyak dipilih masyarakat. Selain biaya operasional yang relatif lebih efisien, kendaraan listrik juga dikenal memiliki sistem manajemen baterai yang dirancang untuk menjaga suhu tetap stabil selama digunakan. Meski begitu, sebagian pengguna masih khawatir soal kondisi baterai ketika mobil listrik dipakai menempuh perjalanan panjang atau terjebak kemacetan. Suhu baterai yang terlalu tinggi dikhawatirkan dapat memengaruhi performa kendaraan jika tidak dikelola dengan baik. Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Expert GAC AION Indonesia, pada dasarnya tidak ada tips khusus yang harus dilakukan pengemudi untuk menjaga suhu baterai mobil listrik saat perjalanan jauh maupun ketika menghadapi kemacetan. “Pada dasarnya semua kembali ke teknologi yang digunakan oleh masing-masing mobil listrik. Di produk kita, AION, kita sudah menggunakan liquid cooling system yang berfungsi menjaga suhu baterai tetap stabil saat kendaraan digunakan,” kata Iqbal kepada Kompas.com, Senin (9/3/2026). Iqbal menjelaskan, sistem pendingin tersebut bekerja dengan memanfaatkan cairan khusus yang bersirkulasi untuk menjaga temperatur baterai tetap berada pada kondisi ideal. Dengan begitu, performa baterai tetap optimal meskipun kendaraan digunakan dalam waktu lama. Namun demikian, pemilik kendaraan tetap disarankan untuk melakukan perawatan rutin. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kondisi cairan pendingin yang digunakan dalam sistem tersebut agar kualitasnya tetap terjaga. “Karena menggunakan sistem pendingin cairan, penting bagi pengguna untuk melakukan servis berkala. Air radiator yang berfungsi sebagai pendingin baterai harus dipastikan selalu dalam kondisi baik agar sistem pendinginan bekerja maksimal,” ujarnya. Selain itu, Iqbal juga mengingatkan pengemudi untuk tidak terlalu sering berkendara dengan kecepatan tinggi dalam waktu lama, terutama saat perjalanan jauh. Menurut dia, kecepatan tinggi akan membuat motor listrik bekerja lebih berat sehingga membutuhkan daya baterai yang lebih besar. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa meningkatkan beban kerja pada sistem penggerak dan baterai kendaraan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang