Insiden taksi listrik yang tertabrak KRL di perlintasan Bekasi Timur hingga kini masih menjadi sorotan publik. Salah satu hal yang disorot adalah kondisi kendaraan yang diduga tidak bisa segera dipindahkan saat berada di tengah lintasan. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan soal bagaimana penanganan darurat ketika mobil listrik kehilangan daya di situasi genting. Mahaendra Gofar, Mahaendra Gofar, Sustainability Mobility Expert dan Co-Founder EVSafe Indonesia, menjelaskan, ada satu langkah krusial yang bisa dilakukan. “Satu-satunya cara kalau tidak ada daya adalah pendayaan darurat, misalnya dengan jumper atau powerbank jumper,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (1/5/2026). Ia menuturkan, mobil listrik sangat bergantung pada sistem kelistrikan, termasuk untuk mengoperasikan transmisi elektronik atau electronic shifter. Tanpa suplai daya, mobil tidak bisa dipindahkan dari posisi parkir ke netral. Interior VinFast e34 di IIMS 2024 Akibatnya, roda terkunci dan kendaraan tidak bisa didorong, sehingga berisiko jika terjadi di lokasi berbahaya seperti perlintasan kereta atau jalan padat. Menurut Gofar, masalah ini umumnya berkaitan dengan aki 12 volt yang berfungsi menghidupkan sistem dasar kendaraan. Jika aki ini mati, seluruh sistem akan ikut lumpuh, meski baterai utama masih memiliki daya. Jumper aki portabel Baseus Super Energy Series. Dalam kondisi tersebut, solusi cepat adalah memberikan suplai listrik sementara menggunakan kabel jumper dari mobil lain atau perangkat powerbank khusus. “Kalau aki 12 voltnya bisa hidup kembali, biasanya sistem akan aktif lagi dan mobil bisa dioperasikan,” kata dia. Setelah daya pulih, pengemudi bisa memindahkan transmisi ke posisi netral atau mengaktifkan mode derek agar kendaraan dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Belajar dari kejadian di Bekasi, pemahaman terhadap prosedur darurat ini menjadi penting bagi pengguna mobil listrik. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi mogok akibat kehilangan daya bisa berujung pada risiko keselamatan yang serius. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang