Rencana pemerintah untuk meningkatkan bauran kadar minyak nabati pada bahan bakar solar menjadi Biodiesel B50 terus bergulir. Menanggapi kebijakan tersebut, PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) menyatakan komitmen penuhnya untuk menyelaraskan lini kendaraan niaga Mercedes-Benz dengan regulasi yang akan datang. Daimler menjadi salah satu pabrikan yang bergerak cepat secara sukarela menyerahkan unit kendaraannya ke pemerintah untuk menjalani pengujian teknis secara langsung. Ilustrasi biodiesel B50, bahan bakar nabati buat mesin diesel. President Director DCVI Naeem Hassim, mengungkapkan bahwa tanggung jawab utama mereka sebagai pelaku industri adalah memastikan kesiapan dari aspek teknis agar sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. "Tanggung jawab kami sebagai manufaktur adalah menyelaraskan diri dengan pemerintah dari sudut pandang teknis," ujar Naeem saat ditemui di Jakarta, belum lama ini. Satu-satunya OEM yang Mengirimkan Bus Naeem mengapresiasi pendekatan pemerintah saat ini yang dinilai lebih terbuka dan mau merangkul para Agen Pemegang Merek sebelum regulasi resmi diterapkan. Ketika pemerintah membuka kesempatan bagi pabrikan yang ingin mengajukan unit uji coba untuk B50, Daimler langsung mendaftarkan armadanya. Pabrik baru Daimler di Cikarang Menariknya, Daimler tidak hanya mengirimkan unit truk untuk pengetesan tersebut. Mereka juga tercatat sebagai satu-satunya produsen kendaraan niaga asal Eropa yang bersedia meminjamkan unit bus untuk diuji oleh pemerintah. "Kami dari Daimler memutuskan untuk memberikan truk. Dan saya bangga mengatakan bahwa kami adalah satu-satunya OEM yang memberikan unit bus," ungkap Naeem. Pengujian performa mesin tersebut tidak main-main. Pemerintah dilaporkan telah menguji jalan armada truk dan bus Mercedes-Benz tersebut hingga menempuh jarak puluhan ribu kilometer. "Saya rasa pemerintah sudah mengujinya sejauh 40.000 kilometer," kata Naeem. Lebih Percaya Diri Keterlibatan aktif sejak awal masa pengujian ini diakui membuat internal DCVI jauh lebih tenang. Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan periode transisi menuju regulasi Biodiesel B35 pada tahun 2023 lalu. Naeem mengenang, saat regulasi B35 diluncurkan dahulu, suasananya terasa cukup mendadak bagi industri otomotif. Akibatnya, banyak pihak yang mempertanyakan kesiapan mesin teranyar mereka dalam waktu yang sangat singkat. "B35 (pada tahun 2023) itu sempat mengejutkan, bukan? Semua jurnalis datang kepada saya dan bertanya apakah kendaraan kami siap. Tentu itu pertanyaan yang sulit dijawab dalam waktu dua hari saja," kata Naeem. Namun, lewat skema kolaborasi dan road test mandiri sejauh 40.000 km yang sudah dilewati bersama pemerintah saat ini, Naeem menegaskan bahwa tingkat kepercayaan diri Daimler jauh lebih tinggi. "Jujur, saya jauh lebih percaya diri menjawab pertanyaan ini sekarang ketimbang di tahun 2023 lalu. Saya merasa yakin karena kendaraan kami sudah diserahkan dan diuji langsung. Sekarang, kita tinggal menunggu pengumuman resmi hasil pengujian tersebut dari pemerintah," pungkasnya. Setelah hasil evaluasi resmi diumumkan oleh pemerintah, DCVI bersiap untuk melanjutkan koordinasi bersama tim riset dan pengembangan mereka guna memastikan seluruh aspek teknis dan layanan purnajual kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia tetap optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang