Minat masyarakat untuk mudik Lebaran 2026 mulai terlihat dari meningkatnya pembelian tiket bus sejak jauh hari. Sejumlah calon penumpang memilih mengamankan kursi lebih awal demi menghindari lonjakan harga dan kehabisan tiket pada tanggal favorit. Namun di tengah tingginya permintaan, praktik penjualan tiket bus palsu masih menjadi ancaman. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari akun media sosial yang menyerupai agen resmi hingga nomor ponsel yang mengatasnamakan perusahaan otobus (PO) tertentu. Pemilik PO PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali mengingatkan calon penumpang untuk lebih waspada terhadap agen abal-abal. Ia menyarankan agar masyarakat selalu melakukan pengecekan terlebih dahulu melalui kanal resmi perusahaan. Situasi penumpang yang menunggu keberangkatan bus saat masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, Senin (22/12/2025). “Bisa cek di internet untuk menggunakan website resmi perusahaan bus AKAP tersebut,” kata Anthony kepada Kompas.com beberapa waktu lalu. Menurut Anthony, langkah tersebut jauh lebih aman dibanding membeli tiket dari nomor ponsel yang kerap tersebar di media sosial maupun situs tidak resmi yang mengaku sebagai agen. Melalui laman resmi, calon penumpang dapat melihat informasi rute, tarif, hingga daftar agen tiket yang benar-benar terdaftar. Website resmi PO umumnya juga memuat detail jadwal keberangkatan serta titik naik dan turun penumpang. Transparansi informasi ini menjadi salah satu indikator penting untuk memastikan transaksi dilakukan melalui jalur yang sah. Mulai 24 Maret harga tiket bus antar kota di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, bakal naik. Pengecekan melalui website resmi semakin krusial saat memasuki musim puncak seperti Lebaran. Pada periode tersebut, tingginya permintaan membuat banyak penumpang khawatir kehabisan tiket, sehingga rentan tergoda membeli dari agen tidak resmi karena alasan kepepet. “Dengan menggunakan aplikasi penjualan tiket pada menu bus AKAP,” kata Anthony. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang