Salah satu hambatan terbesar masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik adalah kekhawatiran akan jarak tempuh (range anxiety) serta ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Menjawab tantangan tersebut, Alva menyiapkan strategi ganda melalui pembaruan spesifikasi produk dan ekspansi infrastruktur secara masif di tahun ini. CEO Alva, Purbaja Pantja, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memposisikan motor listrik sebagai moda transportasi utama, bukan sekadar kendaraan hobi atau jarak dekat. "Kita mengingatkan bahwa motor-motor Alva ini bisa menjadi alat transportasi utama buat keluarga. Kenapa begitu? Karena satu, jarak tempuhnya sudah mumpuni 140 km," ujar Purbaja dalam sesi wawancara di Jakarta, belum lama ini. Namun, jarak tempuh yang jauh saja tidak cukup tanpa dukungan ekosistem pengisian daya yang tersebar luas. Purbaja menegaskan bahwa Alva sangat serius dalam membangun jaringan boost charging station, untuk memudahkan pengguna saat melakukan aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh di koridor utama Jawa. Jaringan Fast Charging Motor Listrik Alva di Pulau Jawa Saat ini, Alva telah menempatkan titik-titik pengisian daya cepat di rute strategis. Untuk rute Jakarta menuju Bandung, sudah tersedia 5 titik fast charging. Sementara untuk area Jawa Tengah di koridor Semarang-Solo-Yogyakarta tersedia 5 titik, serta 3 titik untuk rute Surabaya-Malang. Purbaja menambahkan bahwa jumlah ini akan terus ditambah secara agresif hingga dua kali lipat pada tahun 2026. Fokus utama perusahaan adalah menambah jumlah konektor agar mobilitas pengguna tidak terhambat oleh waktu tunggu pengisian. "Jumlah konektornya yang sekarang sudah hampir 200 konektor. Kita rencananya di tahun ini akan kita tingkatkan paling sedikit jumlahnya dobel dari yang selama ini sudah kita bangun sejak tahun lalu," tambah Purbaja. Selain soal ekosistem, Alva juga memperkuat rencana terkait layanan purna jual untuk mengimbangi pertumbuhan populasi kendaraannya. Hingga saat ini, Alva telah membangun sembilan Alva Experience Centre di berbagai kota besar di Indonesia dengan lebih dari 30 Alva Partners yang tersebar di wilayah Jawa dan Bali. Ke depannya, Alva akan fokus pada pengelolaan 41 jaringan after sales untuk memfasilitasi rasio kepemilikan motor Alva yang semakin besar. Langkah ini diharapkan dapat memutus stigma negatif mengenai keterbatasan motor listrik untuk perjalanan jarak jauh. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang