Infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus berkembang, salah satunya melalui penyediaan fasilitas pengisian daya cepat atau fast charging bagi roda dua. Baru-baru ini, sejumlah pengguna motor listrik berbagi pengalaman positif mereka saat memanfaatkan prototipe alat pengisian daya di PLN Pusat Enjiniring, Jalan KS Tubun, Jakarta Barat. Secara rinci, ada delapan colokan dengan tipe yang berbeda-beda. Pertama ada AC type 2 seperti untuk mobil, AC Socket Type F, DC Choguri female ada empat, dan dua DC Choguri Male. Fasilitas pengisian daya ini menjadi sorotan karena kemampuannya memangkas waktu tunggu yang biasanya menjadi momok bagi pengguna motor listrik. Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun Dimas, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menggunakan Polytron Fox R menjelaskan, ia mengetahui keberadaan fasilitas ini melalui aplikasi PLN Mobile. "Sangat membantu, jadi tidak perlu bawa charger tambahan. Nge-cas juga lebih cepat," ujar Dimas kepada kepada Kompas.com belum lama ini. Menurutnya, jika menggunakan charger bawaan dari kondisi baterai 5 persen, waktu pengisian bisa memakan 3,5 hingga 4 jam. Namun, dengan fasilitas fast charging, pengisian hingga penuh hanya memakan waktu sekitar satu jam. Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun Selain itu, untuk motor yang Dimas gunakan, Polytron juga menyediakan colokan fast charging di diler. "Kenapa saya pilih di sini? Karena antrean di diler sudah tidak wajar, bisa menunggu dua sampai tiga jam hanya untuk antre motor masuk, belum lagi waktu casnya," kata Dimas. Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun Bagi para pengemudi ojol yang mobilitasnya tinggi, efisiensi waktu adalah kunci. Arif, pengguna Fox R lainnya yang berdomisili di Ciracas mengatakan, fasilitas pengisian daya ini memiliki keluaran arus hingga 40 Ampere. Dalam rutinitas harian yang membutuhkan dua kali pengisian daya, keberadaan alat pengisian cepat ini sangat krusial. "Biasanya rata-rata satu jam, kalau pakai alat ini mungkin sekitar 30 sampai 45 menit sudah penuh karena kita tidak nge-cas dari nol," ucap Arif. Para pengguna berharap infrastruktur semacam ini bisa diperluas keberadaannya, tidak hanya di kantor PLN, tetapi juga merambah ke rest area jalur lintas non-tol, rumah makan, hingga titik kumpul komunitas ojek online guna mendukung ekosistem kendaraan listrik yang lebih masif. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang