Selain Grab, Gojek juga memberikan penjelasan soal fenomena 'krisis ojol' di Jakarta dan sekitarnya. Menurut mereka, ada beberapa alasan yang membuat pemesanan ojol menjelang Lebaran terganggu. Salah satunya, sejumlah mitra driver mulai mudik ke kampung halaman.Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan mengatakan, pemesanan ojol mengalami perubahan pola selama bulan puasa. Kata dia, ada jam-jam tertentu di mana permintaan layanan benar-benar menumpuk. "Kami mendapati adanya perubahan pola pemesanan pada jam-jam sibuk, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta. Jam sibuk dimulai lebih awal dibanding hari-hari lainnya di luar bulan Ramadan, yakni sejak pukul 15.30, hingga mencapai puncaknya pada pukul 16.00-18.00 WIB," ujar Bambang Adi, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (12/3).Ojol Gojek. Foto: Agung PambudhyNamun, di tengah lonjakan pesanan, sejumlah driver ojol sudah mudik ke kampung halaman. Sebab, 'pasukan hijau' yang bertugas di kota-kota besar seperti Jakarta umumnya berstatus sebagai pendatang."Pada periode akhir Ramadan, kami memahami bahwa sebagian dari mitra driver Gojek, khususnya yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya," tuturnya.Bambang menambahkan, ada juga faktor lainnya, yakni cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik. Kondisi itu, kata dia, memengaruhi ketersediaan driver ojol hingga orderan pelanggan sering kali membutuhkan waktu lama."Cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik serta berakibat pada kepadatan lalu lintas turut memengaruhi ketersediaan mitra driver. Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini sering kali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra," ungkapnya."Untuk mengantisipasi hal ini, kami mengimbau pengguna agar dapat mengalokasikan waktu lebih dalam melakukan proses pemesanan maupun perencanaan perjalanan," kata dia menambahkan.Sebagai catatan, sejak sepekan terakhir, masyarakat mengeluh soal susahnya memesan ojek online (ojol) di Jakarta. Bahkan, fenomena tersebut sampai dilabeli sebagai 'krisis ojol'.Istilah 'krisis ojol' belakangan banyak dipakai di media sosial, terutama X dan Instagram. Bukan hanya susah mendapat driver, warganet juga komplain soal lambatnya pergerakan mitra saat pesanan sudah dikonfirmasi.Kami beberapa kali juga merasa kesulitan memesan ojol di Jakarta, terutama di jam-jam malam atau pulang kerja. Selain roda dua, kami juga kesusahan mendapat driver roda empat alias taksi online (taksol).