Sejak sepekan terakhir, masyarakat mengeluh soal susahnya memesan ojek online (ojol) di Jakarta. Bahkan, fenomena tersebut sampai dilabeli sebagai 'krisis ojol'. Lantas, apa penyebab utamanya?Istilah 'krisis ojol' belakangan banyak dipakai di media sosial, terutama X dan Instagram. Bukan hanya susah mendapat driver, warganet juga komplain soal lambatnya pergerakkan mitra saat pesanan sudah dikonfirmasi. Kami beberapa kali juga merasa kesulitan memesan ojol di Jakarta, terutama di jam-jam malam atau pulang kerja. Selain roda dua, kami juga kesusahan mendapat driver roda empat alias taksi online (taksol).Ojek online (ojol) Gojek dan Grab. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOtoDirector of Mobility, Food, & Logistics, Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, mengaku telah mendengar keluhan masyarakat soal 'krisis ojol' di Jakarta. Secara umum, terangnya, layanan Grab tetap beroperasi normal, meskipun pada waktu dan area tertentu sebagian pengguna bisa menunggu lebih lama dari biasanya"Hal ini terjadi karena dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran, termasuk GrabExpress, GrabFood, dan layanan lainnya, mengalami peningkatan yang cukup tinggi," ujar Tyas Widyastuti melalui rilis resmi, dikutip Kamis (12/3)."Pada saat yang sama, ketersediaan Mitra Pengemudi juga turut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan, serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya," tambahnya.Tyas memastikan, saat ini tim operasional Grab tengah melakukan berbagai langkah untuk menstabilkan kembali ketersediaan mitra dan menjaga kualitas layanan. Termasuk melalui berbagai penyesuaian operasional guna memastikan keseimbangan antara permintaan layanan dan ketersediaan mitra di lapangan.Grab akan terus memantau perkembangan situasi ini secara berkala. Selain itu, Grab bakal melakukan penyesuaian operasional yang diperlukan agar layanan bagi pengguna, merchant, maupun mitra dapat kembali berjalan lebih optimal, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri di mana permintaan layanan biasanya meningkat."Kami terus berkomitmen memastikan semua layanan kami dapat digunakan secara optimal oleh pengguna dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi para Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta bagi pengguna, terutama di momen jelang Idul Fitri," kata dia.