Isu krisis energi global dan fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) terus membayangi industri otomotif nasional, tidak terkecuali sektor kendaraan niaga. Menanggapi kondisi tersebut, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia mulai memetakan berbagai kemungkinan di masa depan. Hingga saat ini, tulang punggung transportasi logistik di Indonesia memang masih didominasi oleh mesin pembakaran internal. Keandalan mesin diesel dalam mengangkut beban berat menjadi alasan utama mengapa unit konvensional masih menjadi primadona di kalangan pengusaha angkutan. Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT KTB, mengatakan, mesin konvensional dari Mitsubishi Fuso mengandalkan bahan bakar solar. Hal ini menjadi catatan penting mengingat ketersediaan dan stabilitas harga solar sangat memengaruhi biaya operasional para konsumen setianya. Menjajal truk listrik Mitsubishi Fusoo eCanter Menurut Aji, jika kondisi ketidakpastian energi ini terus berlanjut hingga menyentuh level kritis, maka peralihan ke teknologi alternatif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Hal ini berkaitan dengan efisiensi jangka panjang yang harus dihitung oleh para pelaku industri. "Jadi, kalau dalam jangka panjang seandainya ini (krisis energi) terus terjadi, ada kemungkinan pasti itu jadi alternatif," ujar Aji, kepada wartawan, saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026, di Jakarta, Rabu (8/4/2026). Meski demikian, Aji menekankan bahwa adopsi teknologi baru, seperti kendaraan listrik atau sumber energi alternatif lainnya, sangat bergantung pada seberapa cepat stabilitas pasokan bahan bakar fosil dapat pulih. Faktor eksternal seperti kondisi geopolitik dunia turut memengaruhi harga pasar. eCanter Memenangkan Penghargaan Bergengsi Marketeers Editor?s Choice Award 2024. "Tapi, kalau mungkin jangka pendek bisa selesai masalahnya, artinya penyebab kenaikan harga atau kelangkaan bahan bakar ini bisa selesai, mungkin situasinya makin sama dengan saat ini. Kebutuhan kendaraan konvensional itu masih tetap tinggi," kata Aji. Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Mitsubishi Fuso tetap bersikap realistis dalam melihat pasar Indonesia. Meskipun tren elektrifikasi mulai menggeliat, permintaan terhadap truk bermesin diesel diprediksi tetap stabil selama infrastruktur penunjang dan harga bahan bakar masih dalam batas wajar. Booth Mitsubishi Fuso di Giicomvec 2026 Dalam ajang Giicomvec 2026 ini, Fuso sendiri tetap menampilkan lini produk unggulannya yang telah teruji di berbagai medan. Perusahaan asal Jepang ini berkomitmen untuk terus memantau dinamika pasar guna memastikan solusi transportasi yang paling efektif bagi para pengusaha di tanah air. Fuso sendiri memiliki eCanter, truk listrik yang sempat dihadirkan juga pada beberapa ajang pameran otomotif. Banderolnya bisa tembus Rp 1 miliaran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang