Sebuah Jetour T2 terbakar usai terlibat kecelakaan dengan BMW di KM 31 Tol Jagorawi. PT Jetour Indonesia buka suara terkait insiden tersebut, pabrikan saat ini masih melakukan investigasi. Jetour Indonesia mengetahui peristiwa itu terjadi pada 1 Februari 2026."Hingga saat ini, penyebab teknis dan kronologi lengkap kejadian masih dalam proses investigasi lebih lanjut. Jetour Indonesia akan menyampaikan hasilnya setelah proses penanganan dan investigasi dinyatakan selesai," ujar President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang dalam keterangannya dikutip Selasa (3/1/2026). Peter Zhang memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam atas insiden yang menimpa konsumennya. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan para korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut."Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama Jetour Indonesia. Saat ini, individu-individu terkait telah mendapatkan penanganan medis. Jetour Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi secara menyeluruh," lanjutnya.Dalam menangani kasus ini, Jetour Indonesia mengaku bekerja sama dengan pihak berwajib dan instansi terkait lainnya. Hal ini dilakukan agar informasi yang didapat bersifat transparan, lengkap, dan terverifikasi sesuai standar global."Jetour Indonesia bekerja sama dengan pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh informasi yang diperoleh bersifat lengkap dan terverifikasi," kata Peter."Perusahaan mendukung sepenuhnya proses investigasi yang sedang berjalan dan akan mengambil langkah tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan standar dan prosedur global setelah hasil resmi tersedia," tambah dia.Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli mengungkap, kecelakaan tersebut terjadi saat kedua mobil melintas menuju arah Jakarta. Kecelakaan bermula saat BMW mencoba menyalip Jetour T2 dari sisi kiri hingga membuat SUV kekar itu menghantam pembatas jalan. Tak lama Jetour T2 itu pun terbakar."Kendaraan 1 (Jetour) berjalan di bahu kiri, kemudian datang kendaraan 2 (BMW) dari lajur 2 hendak menyalip dari bahu kiri, lanjut menabrak bagian kanan kendaraan 1 yang mengakibatkan kendaraan 1 terpental ke kiri menabrak guardrail lanjut terbakar," jelas Jajuli.Jetour mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan spekulasi liar mengenai penyebab kebakaran sebelum hasil investigasi rampung."Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang bagi proses investigasi dan merujuk pada informasi yang telah terverifikasi dari pihak terkait serta Jetour Indonesia," tambah dia.