Adopsi kendaraan listrik di Indonesia hingga saat ini masih dianggap berjalan lambat, terutama pada produk truk. Kendati sejumlah merek telah mempromosikan truk listrik di Tanah Air, namun kendaraan besar berbasis baterai tersebut masih belum menarik minat pasar. Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengatakan, harga dari truk listrik masih belum bersahabat bagi pasar di Indonesia. "Truk listrik ini mahal, kenapa mahal? Karena hampir 50-60 persen itu ada nilai baterai di dalamnya. Sekarang ini (harga baterai) yang membuat kita tidak sanggup," katanya di acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Solusi Strategis Hadapi Kelangkaan BBM: Akselerasi Elektrifikasi Transportasi Publik dan Industri, Rabu (15/4/2026). Menurut Gemilang, permasalahan harga baterai truk yang mahal ini perlu mendapat perhatian. Sehingga pasar di Indonesia tidak perlu cemas lagi dengan harga truk listrik yang ditawarkan. Maka dari itu dirinya juga berharap ada insentif atau semacam bantuan untuk meringankan biaya pembelian truk listrik. Proses perakitan truk listrik buatan VKTR. Misalnya dengan cara sistem sewa baterai truk. "Kami mengharapkan bahwa biarlah kami yang membeli kendaraannya, tapi ada bantuan bagi kami untuk pengadaan baterainya. Sehingga kami bisa membeli kendaraan listrik jadi lebih murah. Kalau sekarang truk-truk kami itu harus minum solar, mungkin kedepannya bisa untuk sewa baterai," katanya. Pada acara yang sama Faris Aidid, Direktur Utama PT Samudera Perdana mengatakan, untuk beli satu unit truk tractor head EV tidak masuk hitungan bujet para pengusaha. "Kami dari pelaku usaha logistik, untuk kami berinvestasi di satu unit tractor head EV 6x4 biayanya sangat tinggi. Kami sudah dapat penawarannya, itu biayanya tiga kali dari saya beli truk dengan solar. Itu perhitungan kita tidak masuk," katanya. Faris juga mempertanyakan apakah baterai truk bisa digunakan sampai 14 tahun. Sementara untuk ganti baterai harganya masih sangat mahal. "Jadi mungkin harus ada insentif dari pemerintah, baik fiskal maupun non-fiskal, bagaimana caranya supaya harga dari unit truk EV tersebut bisa lebih turun lagi," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang