JAKARTA, KOMPAS.com – Kinerja global BYD mulai menunjukkan sinyal positif. Penjualan secara global meningkat secara signifikan di tengah isu krisis energi yang terjadi di sejumlah kawasan. Dikutip dari Globalchinaev.com, Sabtu (4/4/2026), pada Maret 2026, BYD mencatatkan penjualan 300.222 unit kendaraan energi baru (NEV). Angka ini memang turun 20,5 persen dibandingkan Maret tahun lalu (yoy), sekaligus memperpanjang tren penurunan tahunan menjadi tujuh bulan berturut-turut. Namun, jika dilihat lebih dalam, penjualan global BYD justru mulai tertopang oleh kinerja ekspor yang meningkat signifikan. Penjualan ke luar China mencapai 120.083 unit pada Maret, naik 65,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Ekspor mobil listrik BYD dari China ke berbagai negara di Eropa, Timur Tengah, dan Asia Lonjakan ini tidak lepas dari dampak krisis minyak Iran yang mengganggu distribusi energi global, khususnya melalui Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga bahan bakar di kawasan Asia-Pasifik dan memicu peralihan konsumen ke kendaraan listrik. Sejumlah pasar seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru dilaporkan mengalami peningkatan minat terhadap mobil listrik. Showroom BYD di kawasan tersebut juga mencatat lonjakan jumlah pengunjung seiring naiknya harga bensin. Secara total, kendaraan penumpang masih mendominasi penjualan BYD dengan kontribusi 295.693 unit. Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV) terbilang seimbang, masing-masing 147.601 unit dan 148.092 unit, menandakan teknologi hybrid tetap diminati. BYD Atto 1 IIMS 2026= BYD indonesia Begitu pula dengan penjualan BYD di Indonesia juga tercatat mengalami pertumbuhan yang signifikan berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Penjualan BYD secara retail dari Januari ke Februari 2026 tumbuh sekitar 42,9 persen. Januari penjualannya mencapai 2.516 unit dan Februari meningkat menjadi 3.596 unit. Penjualan pada Februari 2026 naik hingga 141,7% jika dibandingkan pada periode yang sama, yakni Februari 2025, dengan penjualan hanya 1.488 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang