PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik nasional selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dalam kondisi aman. Hal ini sejalan dengan pengoperasian Posko Nasional Sektor ESDM Nataru yang berlangsung mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengatakan proyeksi beban puncak listrik selama periode Nataru diperkirakan mencapai sekitar 46,8 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pasok nasional tercatat sebesar 53,9 GW, sehingga masih terdapat cadangan daya sekitar 7,1 GW atau setara 15,2 persen. Menurut Adi, kesiapan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi kapasitas, tetapi juga dari keandalan pembangkit dan jaringan. Pasokan energi primer pembangkit, khususnya batu bara dan gas, berada pada rata-rata Hari Operasional Pembangkitan (HOP) selama 22 hari. Sebanyak 53 rest area Tol Trans Jawa kini dilengkapi SPKLU, mendukung perjalanan mobil listrik jarak jauh saat Nataru. PLN juga menyiagakan sekitar 69 ribu personel yang tersebar di 3.392 posko siaga di seluruh Indonesia. Personel tersebut disiapkan untuk menjaga kendaraan listrik di lokasi-lokasi strategis dan vital, seperti bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga tempat ibadah. “Kami sudah melakukan langkah preventif sejak jauh hari, mulai dari pemeliharaan pembangkit, jaringan transmisi, distribusi, hingga penguatan layanan pelanggan,” ujar Adi dalam keterangan resmi kepada Kompas.com, Rabu (17/12/2025). Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM Nataru sebagai wadah koordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan dan distribusi energi berjalan optimal selama periode libur akhir tahun. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang