Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga di seluruh Indonesia selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga 22 Maret 2026, cadangan BBM nasional disebut berada pada level aman, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi. Distribusi dari terminal BBM milik Pertamina ke jaringan SPBU juga berjalan normal tanpa gangguan berarti. Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan pemerintah menjamin ketersediaan energi selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Stuasi arus balik libur Lebaran 2026 di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, terjadi pada Selasa (24/3/2026) malam. Sebanyak 41.800 kendaraan roda empat tercatat telah meninggalkan kawasan wisata menuju arah bawah atau Jakarta dan sekitarnya. "Sebagaimana arahan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM, khususnya oleh Pertamina Patra Niaga terus dijaga ketahanannya," kata dia dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026). "Monitoring kualitas juga rutin dilakukan, dan hasilnya sesuai standar pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman," lanjutnya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Di sisi lain, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas berserta jajaran juga melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal, termasuk di sejumlah titik strategis jalur arus balik. Secara khusus, tinjauan dilaksanakan di SPBU 149B dan SPBU 125B ruas Tol Padalarang–Cileunyi (Padaleunyi), Kabupaten Bandung Barat. “Kedua SPBU ini cukup luas dan nyaman. Merupakan SPBU transit bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada arus balik ini, baik dari wilayah Garut, Tasikmalaya serta Jawa wilayah selatan yang melakukan perjalanan, baik itu arah Bandung maupun Jakarta. Semua produk BBM tersedia,” ujar Wahyudi. Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga. Berdasarkan pemantauan selama periode libur Lebaran, konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax di lokasi tersebut meningkat sekitar 5 hingga 10 persen. Sementara konsumsi Biosolar mengalami penurunan sekitar 30 persen seiring adanya pembatasan operasional kendaraan berat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang