Perkembangan teknologi elektrifikasi membawa banyak pilihan baru bagi konsumen, termasuk mobil listrik murni (EV) dan hybrid. Namun, di tengah antusiasme tersebut, sejumlah pengguna masih menimbang faktor risiko, terutama terkait baterai, biaya perbaikan, dan kesiapan infrastruktur. Dalam konteks ini, mobil hybrid dinilai lebih aman dan realistis untuk kebutuhan harian masyarakat Indonesia. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, mobil hybrid menawarkan risiko yang jauh lebih kecil dibandingkan EV murni. “Mobil hybrid umumnya lebih mudah dirawat, baterainya lebih tahan lama, dan kalau pun ada masalah, sistemnya tidak sekompleks EV murni. Dari sisi aftermarket juga lebih siap karena teknologinya sudah lama beredar,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (16/11/2025). Ia menambahkan bahwa baterai EV murni memiliki biaya penggantian yang besar jika mengalami kerusakan, sementara belum semua bengkel memiliki kemampuan untuk menangani perbaikan kelistrikan tingkat tinggi. Sistem daur ulang baterai EV yang masih berkembang juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon konsumen. Chery Tiggo 8 CSH Sementara itu, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Ernando Demily, mengatakan bahwa penerimaan masyarakat terhadap teknologi hybrid terus meningkat di berbagai daerah. Menurutnya, fleksibilitas yang dimiliki teknologi hybrid menjadi alasan utama mengapa jenis kendaraan ini cocok untuk kondisi Indonesia yang sangat beragam. “Kami tentu sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap produk elektrifikasi Toyota, terutama hybrid,” ujar Ernando. Ia menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan preferensi dan kondisi infrastruktur yang berbeda-beda. Karena itu, pengembangan mobil hybrid Toyota mempertimbangkan semua keberagaman tersebut agar lebih mudah diterapkan secara luas. “Dengan fleksibilitas yang dimiliki Hybrid EV Toyota, produk ini dirancang agar bisa digunakan sebagai solusi mobilitas yang cocok di hampir seluruh wilayah Indonesia,” kata Ernando. Kombinasi antara efisiensi bahan bakar, kemudahan perawatan, usia pakai baterai yang lebih panjang, serta kesiapan ekosistem bengkel menjadi faktor utama mengapa mobil hybrid masih dianggap pilihan yang paling realistis bagi banyak pengguna. Di tengah transisi menuju elektrifikasi penuh, hybrid menjadi jembatan teknologi yang aman dan ramah bagi konsumen Indonesia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.