Bali makin serius masuk ke era kendaraan listrik. Terbaru, Voltron bareng PT Bifa Daya Nirmala dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi membuka SPKLU Ultra Fast Charging 120 kW di Pulau Dewata, Senin (20/4//2026). Buat Voltron, ini adalah stasiun DC pertama mereka di Bali. Timingnya juga bukan kebetulan. Kebutuhan charging cepat di wilayah ini makin tinggi, seiring mobil listrik yang makin sering terlihat, baik dipakai warga lokal maupun sektor pariwisata yang mulai bergeser ke arah ramah lingkungan. Secara teknis, angka 120 kW bukan main-main. Charger ini bisa mengisi baterai dari 20% ke 80% dalam waktu sekitar 30–40 menit, tergantung mobilnya. Artinya, pengguna EV nggak perlu lagi parkir lama cuma buat nunggu baterai penuh. Praktis, dan yang paling penting bikin range anxiety makin tak relevan. Di lokasi ini, Voltron dan PT Bifa Daya Nirmala langsung pasang satu unit mesin ultra-fast charger dengan dua charging gun. Setup ini jelas bukan buat gaya-gayaan, tapi buat ngejar kebutuhan real di lapangan. Berdasarkan data PLN dan Dishub Bali, penggunaan SPKLU melonjak lebih dari 750% sepanjang 2025. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya ribuan mobil listrik yang sudah wara-wiri di Bali. Singkatnya, demand sudah ada, tinggal infrastrukturnya yang harus mengejar. Menariknya, peresmian ini juga tak lepas dari pendekatan komunitas. Voltron mengundang pengguna EV lokal buat langsung mencoba fasilitas ini. Selain jadi ajang pembuktian, ini juga cara halus buat edukasi bahwa charging cepat sekarang bukan lagi konsep, tapi sudah jadi realita. Rezka Ausiawan, VP Business & Commercial Voltron, bilang langkah ini punya peran strategis. “Bali adalah pusat pariwisata Indonesia dan dunia, sehingga transisi menuju mobilitas bebas emisi di sini sangatlah krusial. Kami tidak hanya membangun stasiun pengisian daya, tetapi juga membangun ekosistem energi hijau yang mudah diakses,” ujarnya. Dari sisi IOH, arah besarnya juga jelas. Fahd Yudhanegoro, EVP-Head of Circle Java, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan proyek jangka pendek. “Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Konektivitas dan energi hijau akan berjalan beriringan,” katanya. Sementara itu, PT Bifa Daya Nirmala melihat proyek ini sebagai bagian dari langkah strategis jangka panjang. CEO Muhammad Fasya Evanto Prasodjo menegaskan komitmen mereka dalam menghadirkan infrastruktur charging yang mudah diakses, terutama di wilayah dengan potensi besar seperti Bali. Didukung juga oleh Banana Digital Boost di sisi komunikasi dan edukasi, proyek ini menunjukkan satu hal, bahwa ekosistem EV tak bisa dibangun setengah-setengah. Harus berbarengan mulai dari infrastruktur, teknologi, sampai cara komunikasi ke publik. Ke depan, Voltron dan partnernya sudah pasang target lebih besar. Jaringan Ultra Fast Charging bakal diperluas ke lebih banyak titik strategis, bukan cuma di Bali tapi juga di kota lain.